Ambon.malukubarunews com – Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura Brigjen TNI Julius Jolly Suawa menegaskan pentingnya sinergi antara TNI, insan media, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat dalam menjaga keamanan sekaligus mendorong pembangunan di Maluku. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama insan media Provinsi Maluku yang berlangsung di lantai III Kodam XV/Pattimura, Selasa, 29 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura Brigjen TNI Julius Jolly Suawa, Kapendam XV/Pattimura Adi Swastika, Kasdam XV/Pattimura Brigjen TNI Wawan Pujiatmoko, Aspers Kasdam XV/Pattimura Kolonel Inf Wisnu Joko Saputro, Aslog Kasdam XV/Pattimura Kolonel Inf Gusti Nyoman Mertayasa, serta sejumlah wartawan dan undangan. Forum tersebut menjadi ruang komunikasi antara jajaran Kodam XV/Pattimura dan media untuk membicarakan keamanan, pembangunan, serta kepentingan masyarakat Maluku.
Julius mengatakan pengalaman penugasannya di Maluku, termasuk saat berada di wilayah ini pada masa konflik tahun 2000, memberikan perspektif tersendiri mengenai pentingnya menjaga keamanan dan mencegah munculnya kembali konflik sosial. Menurut dia, kondisi Maluku saat ini perlu terus dirawat melalui kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kita perlu meningkatkan sinergi dan menyatukan pemikiran untuk bagaimana Maluku ini kita bangun, supaya kita bisa menciptakan keamanan, kenyamanan, dan ketenteraman bagi seluruh komponen masyarakat,” ungkap Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura
Ia secara khusus menempatkan wartawan sebagai bagian penting dalam menjaga suasana sosial. Menurut Julius, media bukan hanya berfungsi menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, melakukan konfirmasi, serta menghadirkan pemberitaan yang dapat mencegah kesalahpahaman dan ketegangan di tengah masyarakat.
“Wartawan sebagai mata dan mulut harus bisa memberikan pemahaman, memberikan pengertian, dan menyejukkan hati setiap masyarakat di sini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Julius juga menekankan prinsip bahwa keberadaan TNI harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menyebut sejumlah kegiatan pembangunan dan penataan kawasan yang sedang didorong Kodam XV/Pattimura harus dilihat bukan semata dari sisi fisik, tetapi juga dari dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan.
“Keberadaan TNI harus bermanfaat bagi prajurit dan bagi masyarakat. Kalau ada kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, segala kebaikan itu harus dilanjutkan supaya bisa dirasakan oleh masyarakat,” tegasnya.
Salah satu gagasan yang disampaikan berkaitan dengan penataan kawasan di sekitar lingkungan Kodam. Julius menjelaskan, area tersebut diarahkan agar dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaku UMKM, ruang aktivitas masyarakat, serta fasilitas bagi anak-anak dan generasi muda. Penataan itu, kata dia, diharapkan tidak hanya menciptakan kawasan yang lebih tertib, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi masyarakat.
Julius juga mengaitkan pembangunan ruang publik dengan upaya memperkuat integrasi sosial. Ia menilai ruang yang dapat digunakan bersama oleh masyarakat dari berbagai latar belakang berpotensi menciptakan interaksi sosial yang lebih positif. Dalam konteks Maluku yang memiliki pengalaman konflik sosial, ruang interaksi semacam itu dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga kohesi masyarakat.
“Kita ingin membuat integrasi semua agama di situ supaya mereka bisa masuk dan berintegrasi. Jangan tempat itu hanya untuk satu komunitas saja, tetapi semua daerah dan semua masyarakat bisa datang dan berkumpul sehingga terjadi interaksi yang baik,” cetusnya
Selain kawasan publik, Julius menyampaikan rencana penataan bagi pedagang kaki lima dan pelaku UMKM, termasuk kemungkinan mengarahkan sebagian aktivitas perdagangan dari kawasan pelabuhan ke lokasi yang telah disiapkan. Ia menekankan proses tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Menurutnya, penataan kawasan juga memiliki konsekuensi ekonomi. Lingkungan yang lebih tertata dapat mendorong tumbuhnya aktivitas perdagangan, pertokoan, kafe, dan usaha masyarakat secara lebih terarah. Karena itu, pembangunan fisik, menurut Julius, perlu dipandang sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan sosial yang lebih tertib.
“Demi kebaikan masyarakat saya tidak pernah mundur. Kita maju terus supaya masyarakat bisa merasakan manfaatnya, tetapi ketentuan dan aturan tetap kita jalankan,” ujar Julius.
Ia menambahkan, sejumlah gagasan penataan tersebut tidak semata-mata bertumpu pada anggaran pemerintah daerah. Menurut Julius, terdapat dukungan dan kontribusi dari berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap pembangunan dan masyarakat di Maluku. Karena itu, ia mengajak seluruh pihak menjaga keberlanjutan setiap program yang telah dimulai agar manfaatnya tidak berhenti pada satu periode kepemimpinan.
Silaturahmi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi antara institusi pertahanan dan media dalam menjaga stabilitas Maluku.
Bagi Julius, pembangunan tidak dapat dilepaskan dari keamanan, sementara keamanan juga membutuhkan partisipasi masyarakat dan pemberitaan yang bertanggung jawab. Sinergi lintas sektor, termasuk antara TNI, pemerintah, media, pelaku usaha, dan masyarakat, menjadi bagian penting dalam menjaga Maluku tetap aman sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan.(MB-01)

