Ambon.malukubarunews.com — Sebanyak 1.252 prajurit muda resmi menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) setelah menyelesaikan Pendidikan Pertama Tamtama Infanteri (Dikmataif) TNI Angkatan Darat Gelombang II Tahun Anggaran 2026. Pelantikan sekaligus penutupan pendidikan dipimpin Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto di Lapangan Sepak Bola Eriwakang Rindam XV/Pattimura, Desa Suli, Rabu (9/9/2026).
Para prajurit tersebut sebelumnya menjalani pendidikan dan pembentukan secara intensif di Secata Rindam XV/Pattimura sejak 16 Juli 2026. Pendidikan itu menjadi tahap awal pembentukan kemampuan dasar, sikap, disiplin, serta karakter sebelum mereka memasuki lingkungan satuan dan menjalankan tugas sebagai prajurit TNI AD.
Momentum pelantikan menandai perubahan status dari prajurit siswa menjadi prajurit TNI AD. Sebanyak 1.252 lulusan kini dituntut tidak hanya mengandalkan kemampuan yang diperoleh selama pendidikan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan lingkungan satuan serta melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara profesional.
“Pelantikan ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi merupakan awal dari pengabdian sebagai prajurit TNI Angkatan Darat,” tegas Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto.
Dalam proses pendidikan tersebut, dua prajurit berhasil meraih predikat siswa terbaik pada aspek berbeda. Prajurit Dua Muhammad Faisal asal Panda Ternate dinobatkan sebagai siswa terbaik dalam aspek pengetahuan serta sikap dan perilaku. Sementara Prajurit Dua Dede Rahanyamtel asal Panda Ambon meraih predikat terbaik pada aspek jasmani.
Setelah dilantik, para prajurit muda tersebut akan disebar dan diprioritaskan untuk memperkuat batalyon pembangunan atau Batalyon TP yang tersebar di wilayah Kodam XV/Pattimura. Penempatan tersebut diarahkan untuk menambah kekuatan personel sekaligus mendukung pelaksanaan tugas TNI AD dalam membantu pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam agenda pembangunan di tingkat kabupaten.
Pangdam menekankan bahwa tantangan setelah pendidikan tidak lebih ringan. Para prajurit baru diminta menjaga dedikasi, loyalitas, disiplin, dan profesionalisme sebagai fondasi dalam menjalankan tugas. Kemampuan beradaptasi dengan kondisi wilayah dan karakter masyarakat juga menjadi tuntutan penting, terutama ketika mereka ditempatkan di berbagai daerah.
“Jadilah prajurit petarung prima yang pandai bersyukur dan mencintai rakyat,” pesan Dody Triwinarto kepada para prajurit yang baru dilantik.
Selain persoalan kesiapan tugas, Pangdam XV/Pattimura menyoroti integritas dalam proses penerimaan calon prajurit. Kodam XV/Pattimura menegaskan komitmen untuk menjaga proses rekrutmen tetap objektif, transparan, dan bebas dari praktik percaloan maupun pungutan. Tidak ada toleransi bagi pihak yang menerima, mendalangi, ataupun terlibat dalam praktik tersebut.
Penegasan itu sekaligus menjadi pesan kepada masyarakat menjelang pelaksanaan rekrutmen Bintara dan Tamtama berikutnya. Pangdam mengajak keluarga, termasuk masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan, mempersiapkan putra-putrinya sesuai standar dan ketentuan yang berlaku. Penerimaan prajurit TNI AD ditegaskan tidak dipungut biaya, sehingga masyarakat diminta tidak mudah percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Pelantikan 1.252 prajurit muda tersebut turut dihadiri Kasdam XV/Pattimura, Kapoksahli Pangdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Danrindam XV/Pattimura, para Asisten Kasdam XV/Pattimura, Kabalakdam XV/Pattimura, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah XV/Pattimura beserta pengurus. Dengan berakhirnya pendidikan, para prajurit kini menghadapi tahap baru: membuktikan hasil pembentukan di lembaga pendidikan melalui pengabdian nyata di satuan dan di tengah masyarakat.(MB-01)

