Ambon.malukubarunews.com — Bank Maluku Malut terus memperluas program literasi keuangan sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat beralih dari transaksi tunai menuju sistem pembayaran digital. Langkah tersebut salah satunya dilakukan melalui penguatan aktivasi rekening Simpanan Pelajar (SimPel), khususnya bagi kalangan pelajar.
Kepala BPDM Maluku dan Maluku Utara, Syahiral Imbar mengatakan capaian Bank Maluku Malut sebagai juara pertama dalam aktivasi SimPel merupakan bagian dari program literasi yang dijalankan untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam membangun ekosistem transaksi nontunai.
“Ya, itu bagian dari program literasi kami, kemudian untuk meningkatkan peran serta seluruh masyarakat dalam cashless society, di mana penggunaan uang tunai itu dikurangi oleh otoritas keuangan, BI dan OJK,” akui Syahiral saat diwawancarai wartawan, usai menghadiri HUT ke – 451 Tahun 2026 bertempat di Pattimura Part Senin, 7 September 2026.
Menurut Syahiral, pelajar menjadi salah satu kelompok yang didorong untuk lebih mengenal layanan perbankan sejak dini. Bank Maluku Malut melakukan berbagai kegiatan literasi sekaligus mendorong penambahan rekening bagi pelajar.
“Kami menggalakkan untuk menambah rekening bagi pelajar. Kami melakukan kegiatan literasi, tujuannya agar masyarakat bisa mengenal bank,” ujarnya.
Ia menilai pengenalan layanan perbankan sejak usia pelajar penting untuk membentuk kebiasaan transaksi yang lebih modern. Edukasi tidak hanya diarahkan pada kepemilikan rekening, tetapi juga pemahaman mengenai penggunaan instrumen transaksi digital.
“Dan tentu dalam bertransaksi menggunakan QRIS dan menggunakan ATM, sehingga penggunaan uang tunai makin berkurang,”
Peralihan tersebut, lanjut Syahiral juga memberikan dampak terhadap efisiensi layanan di kantor perbankan. Semakin banyak masyarakat menggunakan kanal transaksi digital, maka kebutuhan untuk melakukan transaksi secara langsung melalui teller dapat ditekan.
“Dan tentu aktivitas di teller-teller bank tidak terlalu padat,”
Syahiral menegaskan bahwa transformasi tersebut merupakan bagian dari strategi Bank Maluku Malut dalam mengalihkan pola transaksi masyarakat dari sistem konvensional menuju layanan berbasis digital.
“Saya kira kami melakukan switching untuk transaksi keuangan menjadi digital,” tegasnya.
Capaian dalam aktivasi SimPel sekaligus menjadi indikator bahwa literasi keuangan perlu terus diperluas, khususnya kepada generasi muda. Dengan semakin banyak pelajar yang memiliki rekening dan memahami transaksi perbankan, diharapkan inklusi keuangan dapat tumbuh seiring dengan perkembangan teknologi pembayaran.
Bank Maluku Malut pun menempatkan edukasi dan digitalisasi sebagai bagian penting dalam memperkuat perubahan perilaku transaksi masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk membangun masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan layanan perbankan dan sistem pembayaran nontunai secara aman, praktis, dan efisien.(MB-01)

