Ambon.malukubarunews.com — Bank Maluku Malut terus memperkuat kolaborasi strategis dengan Bank Jakarta sebagai salah satu pemegang saham. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat likuiditas perseroan sekaligus mendorong pengembangan digitalisasi di sektor perbankan.
Kepala BPDM Maluku dan Maluku Utara, Syahiral Imbar, mengatakan hubungan kerja sama dengan Bank Jakarta terus dibangun untuk mendukung penguatan kapasitas Bank Maluku Malut. Hal tersebut disampaikan dalam wawancara dengan wartawan,bertempat di Pattimura Part Senin, 7 September 2026.
“Terkait bekerja sama dengan Bank Jakarta sebagai pemegang saham, ada 7 persen sahamnya. Tentu kami terus berkolaborasi, terutama dalam penguatan likuiditas dan dalam kerja sama digitalisasi dan lain-lain,” ujarnya
Menurut Syahiral, penguatan likuiditas menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan dan kemampuan bank dalam menjalankan fungsi intermediasi. Kolaborasi dengan pemegang saham dinilai dapat menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis dan operasional Bank Maluku Malut.
Selain aspek likuiditas, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan digitalisasi. Transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi industri perbankan seiring perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan dan transaksi berbasis teknologi.
Namun, percepatan digitalisasi juga membawa tantangan baru, terutama terkait keamanan sistem. Semakin luas penggunaan layanan digital, semakin besar pula kebutuhan perbankan untuk memastikan sistem teknologi informasi mampu menghadapi berbagai potensi ancaman siber.
Syahiral menegaskan Bank Maluku Malut memberikan perhatian terhadap aspek tersebut dengan terus memperkuat sistem keamanan teknologi informasi.
“Kami menjaga security sistem kami agar lebih kuat, lebih resilien terhadap serangan-serangan cyber,” tegasnya.
Penguatan keamanan siber menjadi bagian penting dari transformasi digital Bank Maluku Malut. Sistem yang kuat dan resilien dibutuhkan untuk menjaga keandalan layanan sekaligus memberikan perlindungan terhadap aktivitas transaksi dan data yang dikelola melalui sistem perbankan digital.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya berbicara mengenai kemudahan dan kecepatan transaksi, tetapi juga harus diikuti dengan kesiapan infrastruktur dan keamanan. Kolaborasi dengan Bank Jakarta diharapkan dapat memperkuat kapasitas Bank Maluku Malut dalam menghadapi tuntutan industri perbankan yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
Dengan memperkuat likuiditas, memperluas kerja sama digitalisasi, serta meningkatkan ketahanan sistem terhadap serangan siber, Bank Maluku Malut berupaya memastikan transformasi digital berjalan beriringan dengan aspek keamanan dan keberlanjutan bisnis.(MB-01)

