Ambon.malukubarunews.com – Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak melalui berbagai kebijakan strategis dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Kota Ambon ke-42 yang dirangkaikan dengan Pelantikan Pengurus Forum Anak Kota Ambon (FAKOTA) Periode 2026–2028.
Kegiatan tersebut berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Kamis (23/7/2026), dan dihadiri Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), lembaga pemerhati anak, organisasi masyarakat, serta para pelajar.
Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjamin hak-hak anak, melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan, serta mempersiapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.
“Tema Hari Anak Nasional tahun ini adalah Sayangi Anak, Lindungi Anak, Bangun Masa Depan. Kita wajib menyayangi mereka, kita wajib melindungi mereka, karena semua anak memiliki masa depan yang harus kita jaga bersama,”ungkapnya
Menurutnya, perlindungan anak harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak. Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, telah mengambil sejumlah langkah preventif, di antaranya membatasi keberadaan penjual rokok di sekitar lingkungan sekolah, mengatur penempatan iklan rokok agar tidak mudah dilihat anak-anak, serta melarang penggunaan media promosi rokok di restoran.
“Melindungi anak bukan hanya dari tindakan kekerasan, tetapi juga dari berbagai pengaruh negatif seperti narkoba, minuman keras, seks bebas, dan lingkungan yang dapat merusak masa depan mereka. Karena itu, kebijakan pemerintah harus benar-benar berpihak pada kepentingan anak,” ujar Bodewin.
Ia menilai pembangunan sumber daya manusia tidak cukup hanya melalui peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, tetapi juga harus dibarengi dengan pembentukan karakter yang kuat. Menurutnya, keluarga, sekolah, dan lingkungan memiliki tanggung jawab yang sama dalam membangun karakter anak agar tumbuh menjadi generasi yang berintegritas dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Wali Kota juga mengingatkan bahwa berbagai bentuk kekerasan terhadap anak masih menjadi persoalan serius di Indonesia, termasuk kekerasan fisik maupun psikis yang sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun lingkungan sekitar. Perlakuan seperti membandingkan anak dengan saudara atau teman sebayanya, kata dia, dapat meninggalkan dampak psikologis yang menghambat perkembangan anak.
“Bagaimana kita memperlakukan anak-anak hari ini akan menentukan masa depan Indonesia, Maluku, dan Kota Ambon di masa yang akan datang. Anak-anak adalah investasi masa depan. Kalau kita salah membina mereka hari ini, maka bukan mereka yang salah, tetapi kita sebagai orang dewasa yang gagal meletakkan fondasi yang benar,” ingatnnya
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, camat, lurah, raja, sekolah, hingga masyarakat untuk menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kehidupan anak. Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar setiap anak memperoleh ruang tumbuh yang aman, sehat, dan bebas dari diskriminasi.
Pelantikan Pengurus Forum Anak Kota Ambon (FAKOTA) Periode 2026–2028 dalam kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon memperkuat partisipasi anak dalam pembangunan daerah. Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi, gagasan, serta berperan aktif dalam menciptakan Kota Ambon yang semakin ramah anak.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional ke-42, Pemerintah Kota Ambon menegaskan bahwa investasi terbaik bagi masa depan daerah adalah memastikan setiap anak mendapatkan perlindungan, pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, serta lingkungan yang aman untuk tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus yang unggul.(MB-01)

