Ambon.malukubarunews.com — Kelancaran aktivitas logistik di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon menjadi perhatian dalam kegiatan Duduk Bacarita Kamtibmas Por Pelabuhan Ambon Pung Bae yang digelar Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease bersama jajaran PT Pelindo Ambon, Rabu, 9 September 2026. Forum tersebut tidak hanya membahas keamanan dan ketertiban, tetapi juga menyoroti efektivitas jam operasional pelabuhan, khususnya pada malam hari.
Pertemuan berlangsung sekitar pukul 11.31 WIT di lantai 2 Ruang Rapat Kantor PT Pelindo Ambon. Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Andrias Susanto N hadir bersama General Manager PT Pelindo Ambon Zahlan, Kasat Samapta Julkisno Kaisupy, Kapolsek KPYS Giovani B.M. Toffy, Kasih Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease J. Luhukay, Wakapolsek KPYS Burhan Nawir serta sejumlah kepala regional PT Pelindo Ambon.
General Manager PT Pelindo Ambon menyampaikan apresiasi atas kunjungan kepolisian dan pelaksanaan dialog Kamtibmas tersebut. Ia menyebut kegiatan itu menjadi momentum penting untuk membangun komunikasi langsung antara kepolisian dan pengelola pelabuhan. Dalam pemaparannya, pihak Pelindo juga menjelaskan bahwa operasional Pelabuhan Yos Sudarso Ambon terus dikoordinasikan dengan Pelindo Makassar.
“Kami bangga sekali baru pernah ada kegiatan kunjungan duduk bacarita Kamtibmas Por Pelabuhan Ambon Pung Bae,” ungkap GM PT Pelindo Ambon Zahlan.
Dalam dialog tersebut, Kapolresta Ambonmenyoroti pola operasional pada malam hari, terutama saat mobil trailer kontainer menjalankan aktivitas pengangkutan. Polisi meminta PT Pelindo memastikan kegiatan bongkar-muat dan pengangkatan kontainer tetap berjalan secara efektif sehingga tidak terjadi kekosongan layanan yang berpotensi memperpanjang waktu tunggu kendaraan.
Kapolresta juga mendorong agar petugas yang mengoperasikan crane pengangkat kontainer menerapkan sistem kerja bergantian. Pola tersebut dinilai penting agar ketika sebagian petugas beristirahat, kegiatan tetap dapat dilanjutkan oleh petugas lainnya sehingga operasional mobil trailer tidak mengalami jeda panjang.
“Kami meminta GM PT Pelindo Ambon melakukan petugas bergantian pada crane yang mengangkat kontainer ke mobil trailer, sehingga tidak ada jeda waktu mobil trailer beroperasi,” tegas Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Andrias Susanto N.
Dorongan tersebut berkaitan dengan masukan yang sebelumnya disampaikan para sopir mobil trailer dan pihak ekspedisi dalam pertemuan beberapa pekan sebelumnya di Jembek Cafe, Jalan Benteng Kapahaha, Kelurahan Uritetu, Kecamatan Sirimau, Ambon. Para pelaku jasa angkutan ketika itu menyoroti persoalan jam operasional dan meminta agar waktu istirahat petugas diatur secara bergantian, bukan menghentikan aktivitas secara bersamaan dalam waktu lama.
Persoalan waktu tunggu dinilai penting karena aktivitas mobil trailer dan ekspedisi berkaitan langsung dengan rantai distribusi barang. Semakin panjang jeda operasional, semakin besar potensi keterlambatan pengangkutan kontainer dari kawasan pelabuhan. Karena itu, kepolisian mendorong komunikasi yang lebih cepat antara pengelola pelabuhan dan pihak ekspedisi apabila terjadi kendala teknis di lapangan.
Kapolresta meminta setiap persoalan operasional segera dikomunikasikan kepada pihak ekspedisi agar tidak berkembang menjadi miskomunikasi. Koordinasi tersebut sekaligus diharapkan dapat menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif di kawasan pelabuhan, mengingat tingginya aktivitas pekerja, kendaraan angkutan dan kegiatan bongkar-muat.
Pertemuan ditutup dengan kesepahaman untuk menjaga keamanan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas Pelabuhan Yos Sudarso Ambon sebagai bagian penting dari kegiatan ekonomi masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan seluruh rangkaian berlangsung dalam keadaan aman serta lancar.(MB-01)

