Ambon.Malukubarunews.com – Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan bahwa proses rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku. Namun, di tengah terbatasnya formasi ASN, pemerintah melihat pengembangan Blok Masela sebagai peluang strategis untuk membuka lapangan kerja baru bagi tenaga profesional, khususnya lulusan Universitas Pattimura (UNPATTI).
Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Maluku, Sadali Ie, kepada wartawan usai menghadiri Wisuda Universitas Pattimura di halaman Auditorium UNPATTI Ambon, Rabu, 29 Juli 2026. Menurutnya, pemerintah daerah terus mendorong lahirnya peluang kerja di sektor-sektor strategis sebagai bagian dari penguatan pembangunan ekonomi Maluku.
Dalam keterangannya, Sadali Ie menjelaskan bahwa kebijakan penerimaan ASN tidak dapat dilakukan di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, pemerintah daerah juga mengarahkan perhatian pada sektor industri yang memiliki prospek besar dalam menyerap tenaga kerja profesional.
“Artinya pemerintah daerah sendiri tetap mengacu terhadap regulasi untuk merekrut Aparatur Sipil Negara. Namun, ada peluang terhadap Blok Masela. Kami menganggap Blok Masela selain menjadi proyek strategis nasional, juga akan hadir sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru,” jelasnya
Sadali Ie yang juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Universitas Pattimura (IKAPATTI) Maluku mengatakan pihaknya akan membangun kolaborasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Kerja sama tersebut bertujuan membuka peluang bagi lulusan UNPATTI agar dapat terserap dalam kebutuhan tenaga kerja proyek migas di Blok Masela.
“Kami sebagai Ketua IKAPATTI Maluku akan berkolaborasi dan mengajak bekerja sama dengan SKK Migas untuk kemungkinan dapat menampung tenaga-tenaga profesional dari lulusan UNPATTI. Tentu kami akan mempersiapkan apa yang menjadi kebutuhan Blok Masela terhadap tenaga kerja yang dibutuhkan dalam pengelolaan sumber daya tersebut,”bebernya
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk memastikan sumber daya manusia asal Maluku memiliki daya saing dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri migas. Selain membuka peluang kerja, pengembangan kapasitas lulusan perguruan tinggi juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Maluku.
Pemerintah Provinsi Maluku memandang proyek Blok Masela tidak hanya berorientasi pada investasi sektor energi, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru yang berpotensi menciptakan efek berganda terhadap berbagai sektor, mulai dari jasa, pendidikan, hingga pengembangan usaha lokal.
Dengan demikian, sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi alumni, dan SKK Migas diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja profesional yang siap bersaing sekaligus memastikan masyarakat Maluku memperoleh manfaat maksimal dari pengembangan Blok Masela sebagai salah satu proyek strategis nasional.(MB-01)
Judul Alternatif:
Sadali Ie: Blok Masela Jadi Peluang Besar Bagi Lulusan UNPATTI
Sekda Maluku Siapkan Kolaborasi dengan SKK Migas Demi Lulusan UNPATTI
Rekrutmen ASN Terbatas, Sadali Ie Arahkan Lulusan ke Peluang Blok Masela
Blok Masela Diproyeksikan Serap Tenaga Profesional Asal Maluku
IKAPATTI Gandeng SKK Migas, Lulusan UNPATTI Disiapkan Masuk Industri Migas
Sadali Ie Sebut Blok Masela Akan Menjadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru Maluku
Pemerintah Maluku Fokus Siapkan SDM Lokal Hadapi Operasional Blok Masela
Lulusan UNPATTI Didorong Kuasai Kompetensi Industri Migas Blok Masela
Pemprov Maluku Optimistis Blok Masela Buka Ribuan Peluang Kerja Profesional
Sadali Ie Tegaskan Blok Masela Jadi Harapan Baru Penyerapan Tenaga Kerja Maluku
Apabila diinginkan, berita ini juga dapat diperkaya dengan data pendukung mengenai perkembangan terbaru proyek Blok Masela, kebutuhan tenaga kerja sektor migas, dan profil SKK Migas agar memiliki nilai berita yang lebih mendalam (depth news).

