Ambon.malukubarunews.com — Respons cepat ditunjukkan personel Polsek Taniwel bersama prajurit TNI Yon TP 865 dan masyarakat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan hutan Gunung Tanah Rata, Desa Lisabata, Kecamatan Taniwel, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, Selasa (15/9/2026).
Begitu menerima informasi adanya kepulan asap dari kawasan hutan tersebut sekitar pukul 09.00 WIT, personel Polsek Taniwel bersama Bhabinkamtibmas Desa Lisabata dan anggota TNI Yon TP 865 langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Petugas bersama masyarakat kemudian berjibaku memadamkan api menggunakan mobil pemadam kebakaran milik TNI. Langkah cepat tersebut dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan dan lahan lainnya.
Kapolsek Taniwel Iptu Martinus Luhukay, S.AP., mengatakan respons cepat menjadi langkah penting karena kondisi di lokasi cukup rawan terhadap penjalaran api.
“Begitu mendapatkan informasi, personel Polsek Taniwel bersama anggota TNI Yon TP 865 langsung turun ke lokasi. Kami bersama masyarakat melakukan pemadaman menggunakan mobil damkar milik TNI untuk mencegah api semakin meluas,” ungkap Iptu Martinus.
Menurutnya, proses pemadaman hingga saat ini masih berlangsung. Kondisi cuaca yang panas, disertai angin yang cukup kencang dan banyaknya semak serta rumput kering, membuat api berpotensi cepat menjalar.
“Karena kondisi cuaca dan vegetasi yang kering, kami tidak ingin mengambil risiko. Personel bersama TNI dan masyarakat terus melakukan pemadaman sekaligus memantau perkembangan api di sekitar lokasi,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan sementara, kawasan hutan dan lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar tiga hektare. Namun, angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah setelah dilakukan pendataan lebih lanjut di lapangan.
Hingga laporan ini dibuat, belum terdapat laporan korban jiwa maupun korban luka akibat kebakaran tersebut.
Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Refindo Pradikta Rulando. S.I.K., M.A.P., C.L.M.A, menegaskan, jajaran Polres SBB akan terus memastikan penanganan karhutla dilakukan secara cepat dan terkoordinasi dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Kami mengedepankan respons cepat dan sinergi di lapangan. Polsek Taniwel bersama TNI dan masyarakat harus terus bergerak untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas. Keselamatan masyarakat serta perlindungan lingkungan menjadi prioritas,” tegas Kapolres SBB.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Apabila melihat titik api maupun kepulan asap, segera laporkan kepada aparat agar dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K., mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan jajaran Polsek Taniwel bersama TNI dan masyarakat.
“Quick response di lapangan menjadi kunci dalam penanganan karhutla. Kecepatan personel bersama TNI dan masyarakat dalam mendatangi lokasi dan melakukan pemadaman merupakan bentuk nyata sinergi untuk mencegah api berkembang dan meluas,”ujar Rositah.
Menurutnya, kolaborasi antara aparat dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla, khususnya pada wilayah yang memiliki vegetasi mudah terbakar dan kondisi cuaca yang mendukung penyebaran api.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi dan pencegahan, Polda Maluku mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah yang mengalami cuaca panas, kering, dan tiupan angin cukup kencang.
Kabid Humas Polda Maluku mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok atau benda yang dapat memicu api sembarangan, serta memastikan sumber api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas di kawasan yang berpotensi terbakar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apa pun. Jangan meninggalkan sumber api tanpa pengawasan dan jangan membuang benda yang masih memiliki bara api di kawasan yang kering. Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah api membesar,” tegas Rositah.
Polda Maluku juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap, maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran kepada kepolisian, TNI, pemerintah desa, maupun instansi terkait.
“Jangan menunggu api membesar. Informasi sekecil apa pun mengenai titik api sangat penting agar dapat segera dilakukan penanganan. Peran masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem peringatan dini dan mitigasi karhutla,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat diminta tidak mendekati lokasi kebakaran apabila kondisi api masih membesar, mengingat arah angin dapat berubah sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan. Warga juga diharapkan mengikuti arahan petugas di lapangan selama proses pemadaman berlangsung.
Polda Maluku menegaskan bahwa mitigasi karhutla membutuhkan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, pemerintah desa, hingga masyarakat. Kewaspadaan bersama diharapkan dapat mencegah munculnya titik api sekaligus mempercepat penanganan apabila kebakaran terjadi.
Terkait penyebab kebakaran di kawasan Gunung Tanah Rata, hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Kepolisian masih melakukan pemantauan dan pendataan di lokasi serta akan menindaklanjuti informasi sesuai perkembangan hasil penanganan di lapangan.
Polda Maluku bersama jajaran kewilayahan memastikan upaya penanganan terus dilakukan sampai kondisi benar-benar terkendali.
Sinergi Polri, TNI, pemerintah dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mencegah karhutla meluas—bergerak cepat saat api muncul, sekaligus membangun kesadaran bersama agar kebakaran dapat dicegah sejak awal.(*)

