Ambon.malukubarunews.com — Pemerintah Provinsi Maluku menegaskan pengembangan energi terbarukan harus diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga menjadi instrumen penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan. Penegasan itu disampaikan dalam peluncuran dan kick-off New Zealand Maluku Access to Renewable Energy Support (NZMATES) Program Phase 2 di Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/9/2026).
Sambutan Gubernur Maluku disampaikan oleh Asisten III Sekretariat Daerah Maluku, Dominggus Kaya, di lantai enam Kantor Gubernur Maluku. Program NZMATES Phase 2 merupakan kelanjutan kerja sama Pemerintah Selandia Baru dan Pemerintah Indonesia dalam mendukung pengembangan energi terbarukan di Maluku setelah kerja sama fase pertama berjalan sekitar lima tahun.
Dalam sambutannya, Pemprov Maluku menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Selandia Baru, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian PPN/Bappenas, perguruan tinggi, PLN, mitra pembangunan, sektor swasta, serta berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengembangan energi terbarukan di Maluku.
“Peluncuran NZMATES Phase 2 yang hari ini merupakan momen penting bagi Maluku. Program ini tidak hanya melanjutkan kerja sama yang telah lima tahun berjalan, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan akses terhadap energi terbarukan yang terjangkau, berkelanjutan, produktif dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ungkap
Menurut Pemprov Maluku, karakter geografis sebagai daerah kepulauan membuat penyediaan infrastruktur dan pelayanan dasar, termasuk energi, menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan wilayah daratan. Sejumlah masyarakat yang tinggal di pulau-pulau dan wilayah terpencil masih membutuhkan akses energi yang lebih andal untuk menopang kebutuhan rumah tangga maupun kegiatan ekonomi.
“Maluku memiliki karakter sebagai wilayah kepulauan. Kondisi geografis tersebut memberikan tantangan tersendiri dalam penyediaan infrastruktur dan pelayanan dasar, termasuk penyediaan energi. Masih terdapat masyarakat pada pulau-pulau dan wilayah tertentu di Maluku yang membutuhkan akses energi yang lebih andal untuk mendukung kehidupan sehari-hari serta kegiatan ekonomi mereka,” ujarnya.
Pemprov Maluku menilai persoalan energi memiliki hubungan langsung dengan produktivitas masyarakat. Peningkatan akses listrik diharapkan dapat membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan melalui fasilitas penyimpanan dan rantai dingin, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah meningkatkan produktivitas, serta memperkuat layanan pendidikan dan kesehatan di wilayah kepulauan.
“Energi memiliki hubungan yang sangat erat dengan kesejahteraan. Ketika akses listrik semakin baik, kita ingin melihat nelayan mampu menjaga kualitas hasil tangkapnya melalui fasilitas penyimpanan dan rantai dingin, pelaku UMKM dapat meningkatkan produktivitas, sekolah dan fasilitas kesehatan memperoleh dukungan energi yang lebih andal, dan masyarakat di pulau-pulau dapat mengembangkan kegiatan ekonomi,” ujarnya Dominggus.
Karena itu, pemerintah daerah meminta pengembangan energi terbarukan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Infrastruktur yang dibangun harus diikuti peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, transfer pengetahuan dan teknologi, serta pelibatan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pengelolaan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar proyek energi memiliki keberlanjutan setelah dukungan program berakhir.
“Kita membutuhkan energi yang kuat agar berbagai inisiatif energi terbarukan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari arah pembangunan daerah yang terintegrasi, berkelanjutan dan memiliki dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemprov Maluku juga mendorong NZMATES Phase 2 menjadi ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, perguruan tinggi, PLN, mitra pembangunan, sektor swasta dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan menghasilkan proyek percontohan energi terbarukan yang layak secara teknis dan ekonomi, sekaligus memperkuat kapasitas tenaga lokal serta membuka peluang investasi energi bersih di Maluku.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap kelanjutan kemitraan dengan Selandia Baru tidak hanya menghasilkan pembangunan infrastruktur energi, tetapi juga memperkuat sumber daya manusia, mempercepat transfer teknologi, mendorong inovasi dan menciptakan manfaat ekonomi serta sosial. Dengan demikian, energi terbarukan ditempatkan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah menuju Maluku yang lebih maju, mandiri, inklusif dan berkelanjutan.
Tutur hadir dalam kegiatan tersebut ,Rektor Unpatti Ambon,OPD dilingkup Pemprov Ambon ,Philips Taula (DUTA BESAR NEW ZEALAND UNTUK INDONESIA) ,Prof Dr.Eng Eniya Listiani Dewi B. Eng, M.eng, Ipu (DIRJEN ENERGI BARU TERBARUKAN DAN MONSERVASI ENERGI KEMENTERIAN ESDM RI),Katherine Halloburton (KONSULER PEMBANGUNAN KEDUTAAN NZ),Tony Susandi ST, MBA (DIREKTUR ENERGI TERBARUKAN, KEMENTERIAN ESDM),Ade Soekadis (EXECUTIVE DIRECTOR MERCY CORPS INDONESIA)
(MB-01)

