Ambon.malukubarunews.com — Provinsi Maluku mulai memperkuat agenda transformasi pembangunan manusia dan ekonomi melalui kegiatan strategis Energizing Maluku 2026 yang digelar di Hall Kantor Gubernur Provinsi Maluku, Ambon, Sabtu (12/9/2026). Mengusung tema “Bangkit Bersama – Membangun Manusia Unggul & Ekonomi Berkelanjutan” dengan tagline “From Character to Career, From Community to Opportunity”, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk mendorong perubahan pembangunan di kawasan timur Indonesia.
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, FORKOPIMDA Provinsi Maluku dan Kota Ambon, dunia usaha, akademisi, masyarakat adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, generasi muda, serta pemangku kepentingan lainnya. Gubernur Maluku hadir melalui perwakilan Kepala Bappeda Provinsi Maluku, bersama Ketua Energizing Maluku 2026 sekaligus Ketua Majelis Latupatti Kota Ambon/Raja Rutong Reza Valdo Maspaitella, Ketua Yayasan HOPE worldwide Indonesia Michael Y. Tobing, Ketua KADIN Maluku, para kepala daerah atau yang mewakili, pimpinan instansi vertikal, pimpinan OPD, para Raja/Patra Raja, dan elemen masyarakat lainnya.
Substansi utama yang mengemuka adalah kebutuhan membangun ekosistem pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada pemerintah. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat adat, dan komunitas dinilai menjadi kunci agar agenda pembangunan Maluku bergerak dari sekadar kebijakan menuju aksi yang menghasilkan dampak langsung bagi masyarakat.
“Pembangunan Maluku tidak dapat dilakukan secara mandiri oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan ekosistem gotong royong,”ujar Kepala Bappeda Provinsi Maluku yang mewakili Gubernur Maluku.
Dalam sambutan tersebut, Energizing Maluku 2026 diarahkan untuk mengintegrasikan sejumlah agenda strategis, mulai dari pengembangan sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, UMKM, kewirausahaan, inovasi teknologi, hingga pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Orientasinya bukan hanya meningkatkan kapasitas masyarakat sebagai tenaga kerja, tetapi mendorong lahirnya generasi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan mengembangkan usaha hingga menembus pasar nasional maupun global.
Pesan lebih jauh disampaikan Ketua Energizing Maluku 2026, Reza Valdo Maspaitella. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan melihat pembangunan Maluku dalam perspektif lintas generasi. Pertanyaan mendasarnya adalah apakah generasi mendatang hanya akan mengenal kekayaan Maluku sebagai cerita sejarah, atau justru menikmati hasil pengelolaan kekayaan tersebut melalui pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Momentum itu sekaligus menempatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai salah satu instrumen baru dalam agenda transformasi Maluku. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah PUSI, teknologi AI yang dirancang untuk mendukung sektor pendidikan dan pelayanan masyarakat.
PUSI diperkenalkan dengan filosofi kedekatan seperti sosok kakak atau ibu yang hadir membantu keluarga dan masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah terluar Maluku.
“PUSI hadir bukan untuk menggantikan proses belajar atau membuat manusia bergantung pada AI, melainkan untuk memperluas akses pembelajaran hingga ke wilayah terluar seperti Tanimbar, Buru, Seram, Kei, dan pulau-pulau lainnya,”ungkap Reza Valdo Maspaitella.
Konsep tersebut menempatkan AI sebagai alat pendukung bagi guru, orang tua, dan anak-anak. PUSI diharapkan dapat membantu proses belajar, memberikan dukungan ketika menghadapi kesulitan, sekaligus memperluas kesempatan memperoleh pengetahuan bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses. Tantangan geografis Maluku yang terdiri atas wilayah kepulauan menjadi salah satu konteks penting dalam pemanfaatan teknologi tersebut.
Rangkaian Energizing Maluku 2026 berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIT. Agenda meliputi Opening Ceremony, Welcoming Speech, seremoni penandatanganan kerja sama dan penyerahan folder antarpemangku kepentingan, Table Talk dan diskusi panel bersama pakar serta tokoh daerah, hingga sesi edukasi dan pemaparan. Sejumlah narasumber turut memberikan perspektif mengenai kepemimpinan, ekonomi, dan pengembangan kapasitas SDM, di antaranya Semuel Samson, Director PT Hamsaindo Agritec/Expert Staff, serta Samuel Danang Istitoro, motivator dan coach.
Dengan spektrum agenda tersebut, Energizing Maluku 2026 tidak berhenti pada forum seremonial. Gerakan ini ditargetkan menjadi titik temu antara gagasan, jejaring, teknologi, investasi, dan aksi nyata. Ukuran keberhasilannya akan sangat ditentukan oleh kemampuan para pemangku kepentingan menerjemahkan kesepakatan menjadi program yang menghasilkan usaha baru, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan investasi, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pada akhirnya, agenda tersebut membawa satu pesan strategis: kekayaan sumber daya Maluku harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas manusianya. Dengan kolaborasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi secara tepat, Energizing Maluku 2026 diharapkan memperkuat posisi Maluku sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Indonesia Timur sekaligus memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga masyarakat di pulau-pulau terluar.(MB-)

