Ambon. Malukubarunews.com — Gubernur Maluku Henrik Lewerissa menghadiri acara pisah sambut Panglima Kodam XV/Pattimura dari Putranto Gatot Sri Handoyo kepada Dody Tri Winarto yang berlangsung di Aula Makorem 151/Binaiya, Senin (13/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas keamanan di wilayah Maluku.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Kepala Staf Umum TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, Gubernur Maluku Utara, Wakil Gubernur Maluku, unsur Forkopimda Provinsi Maluku dan Maluku Utara, serta para kepala daerah se-Maluku dan Maluku Utara. Kehadiran para tokoh ini mencerminkan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam menjaga keamanan kawasan timur Indonesia.
Dalam sambutannya, Gubernur Maluku menyampaikan apresiasi tinggi kepada Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo atas dedikasi dan pengabdiannya selama kurang lebih 561 hari bertugas di Maluku. Ia menilai kontribusi yang diberikan sangat signifikan dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
“Pengabdian Bapak bersama Ibu selama di Maluku merupakan sesuatu yang tidak akan kami lupakan. Banyak kontribusi nyata yang telah diberikan dalam menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ungkapnya
Lebih lanjut, Gubernur juga menyampaikan harapan besar kepada Mayjen TNI Dody Tri Winarto sebagai Pangdam XV/Pattimura yang baru. Ia optimistis kepemimpinan baru ini mampu memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam menjaga kedamaian dan ketertiban wilayah.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Maluku, kami menyampaikan selamat datang di Kota Ambon. Kami menyambut dengan sukacita kehadiran Bapak beserta keluarga sebagai bagian dari masyarakat Maluku,”ucap Hendrik
Secara geografis, Maluku merupakan provinsi kepulauan dengan luas wilayah mencapai 712.479 km² yang didominasi oleh lautan sebesar 92 persen dan memiliki 1.422 pulau. Kondisi ini menjadikan tantangan pengamanan wilayah semakin kompleks dan membutuhkan koordinasi yang solid antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah.
Gubernur menegaskan bahwa tantangan geografis tersebut tidak dapat dihadapi secara parsial. Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang memiliki akses terbatas.
Pada kesempatan yang sama, ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan silaturahmi yang telah terjalin selama ini. Menurutnya, hubungan yang harmonis antar pemangku kepentingan akan menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan soliditas dan solidaritas dalam setiap penugasan.
“Kami mengucapkan selamat bertugas di tempat yang baru, semoga senantiasa sukses dan Maluku tetap menjadi bagian dari cerita hidup yang akan selalu dikenang,” ujar
Acara pisah sambut ini tidak hanya menjadi seremoni pergantian jabatan, tetapi juga simbol keberlanjutan komitmen dalam menjaga keamanan dan keutuhan wilayah Maluku. Pergantian kepemimpinan di tubuh Kodam XV/Pattimura diharapkan mampu membawa semangat baru dalam memperkuat stabilitas regional di kawasan timur Indonesia.(MB-*)

