Ambon.malukubarunews.com – Rektor Unversitas Pattimura Ambon yang oleh Wakil Rektor Empat Unpatti Dr. Ruslan Tawari menglarifikasi aksi demonstrasi yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat akan dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gedung sport center .
Menurutnya ,aksi demo yang dilakukan HMI Senin, 7 Oktober 2024 lalu, bukan bertujuan untuk menolak kedatangan Menteri ESDM RI Bahlil Lahadalia.dan juga bukan untuk menolak pemberian nama Bahlil Lahadalia pada gedung sport center Unpatti. Namun aksi demo yang dilakukan itu merupakan hal yang terjadi di internal HMI saja.Karena
mengingat Bahlil Lahadalia merupakan alumni HMI.
“Saya kebetulan ada di lokasi demo jadi saya tau HMI demo untuk apa?”tegas kepada wartawan di Ambon, Selasa,8 Aguatus 2024 .” tutur ruslan
Tawari menjelaskan, aksi demo yang dilakukan HMI terkait persoalan internal yaitu permasalahan menyangkut Musyawarah Daerah Badan Koordinasi (Musda Badko) HMI.”jelasnya
HMI menggunakan momen kedatangan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia untuk bertemu Menteri , mereka ingin meminta Menteri untuk menyelesaikan persoalan internal yang terjadi.
“Mereka demo untuk meminta kearifan Menteri sebagai alumni untuk tolong memfasilitasi supaya Musda Badko HMI bisa berjalan secara bersama lagi. Jadi demo konteksnya itu, bukan menolak sport center,” terangnya
“Persoalan internal HMI, Ia mengaku bahwa juga merupakan alumni HMI.sehingga dengan kehadirannya menemui massa aksi langsung dapat diselesaikan, demonstrasi bubar secara tertib.Jadi tidak ada kaitan demo itu dengan sport center.”akuinya
Bahkan, setelah peletakan batu pertama, Bahlil Lahadalia kemudian menghampiri massa HMI yang berunjuk rasa. Ia kemudian meminta ketua Badko HMI untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.”sambungnya .
Jadi demo itu tidak ada kaitan sama sekali dengan Universitas Pattimura ( Unpatti ) Ambon.Dan pemberitaan yang ada menurut dirinya adalah out of konteks.”ucap Ruslan
Perlu diketahui, rencana awal penyematan nama Bahlil Lahadalia pada gedung sport center Unpatti merupakan bentuk apresiasi dari Universitas Pattimura (Unpatti).kepada menteri ESDM sebagai putra yang lahir di Maluku di Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah dari pengalamannya Bahlil berjuang dari bawah dan bisa muncul sebagai Menteri.Ia juga telah menjadi motivasi yang kuat dan bisa diteladani oleh generasi muda.”ungkap Ruslan
Dikatakannya, pemberian nama sport center Unpatti Bahlil Lahadalia tanpa sepengetahuan beliau, karena itu penghargaan yang kita berikan kepada beliau, Unpatti yang kasih tanpa konfirmasi dulu.Nama tersebut baru disampaikan saat Ketua Umum DPP Golkar tiba di Ambon.
Namun, Bahlil Lahadalia menolaknya karena dikhawatirkan orang akan menilainya cari muka. Pak Menteri memiliki kesadaran yang luar biasa, beliau tidak mau karena beliau berfikir nanti Unpatti dapat fitnah,”sehingga beliau mengusulkan agar nama sport center disematkan dari Rektor Unpatti pertama yaitu Prof. Mr. Lestaluhu.Setelah menolaknya, Bahlil dalam sambutannya kemudian mengusulkan agar nama sport center Unpatti memakai nama Prof. Mr. Lestaluhu.Dan nama ini tentunya akan kita bawa dalam rapat senat Unpatti untuk memutuskannya,” jelas Ruslan tutup(*)