Ambon.malukubarunews.com- Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Rabu (15/7/2026), menjadi momentum bersejarah bagi Provinsi Maluku setelah lebih dari dua dekade melalui berbagai tahapan perencanaan, kajian, dan pengambilan kebijakan. Dimulainya pembangunan fisik proyek tersebut menandai komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang percepatan pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
Kehadiran Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, serta Panglima Komando Daerah Angkatan Laut (Kodamar) IX Ambon dalam agenda tersebut menjadi simbol kuat bahwa pemerintah pusat bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memberikan perhatian penuh terhadap pelaksanaan proyek yang telah lama dinantikan masyarakat Maluku.
Anggota DPRD Maluku Anos Jeremias kepada Malukubarunews.com, melalui pesan Whatshap Rabu (15/7/2026), menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan Blok Masela tidak hanya ditentukan oleh aspek investasi dan teknologi, tetapi juga sangat bergantung pada soliditas seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal proses pembangunan hingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Sinergitas negara menjadi kunci keberhasilan. Kehadiran Gubernur Maluku, Wakil Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura, Kapolda Maluku, serta Panglima Kodamar IX Ambon di Saumlaki merupakan bukti nyata bahwa negara memberikan perhatian penuh terhadap dimulainya Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela,” ungkap Anos
Groundbreaking tersebut sekaligus menjadi titik awal dimulainya fase pembangunan fisik proyek strategis yang selama bertahun-tahun menjadi harapan masyarakat Maluku. Selain berkontribusi terhadap peningkatan produksi energi nasional, Blok Masela juga diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor usaha lokal, serta mendorong pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan wilayah sekitarnya.
Di balik momentum bersejarah tersebut, absennya unsur Pimpinan DPRD Provinsi Maluku dalam agenda groundbreaking menjadi perhatian. Sebagai lembaga representasi rakyat di daerah, DPRD memiliki fungsi strategis dalam mengawal aspirasi masyarakat, menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan, serta memastikan manfaat Proyek Strategis Nasional benar-benar dirasakan oleh masyarakat Maluku.
Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi bahan evaluasi bersama agar ke depan seluruh unsur pemerintahan daerah dapat hadir dalam setiap momentum strategis yang berkaitan dengan kepentingan pembangunan daerah. Kolaborasi yang kuat antara eksekutif dan legislatif dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan serta memastikan pelaksanaan proyek berjalan sesuai harapan masyarakat.
Lebih jauh, pembangunan Blok Masela membutuhkan sinergi yang berkesinambungan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri, pelaku usaha, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar proses pembangunan berlangsung aman, lancar, dan memberikan dampak ekonomi yang merata bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Momentum groundbreaking ini diharapkan menjadi awal lahirnya kolaborasi yang semakin kuat dalam membangun Maluku. Blok Masela bukan hanya menjadi proyek strategis bagi sektor energi nasional, tetapi juga diharapkan menjadi instrumen pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya, sehingga manfaat investasi benar-benar dirasakan secara berkeadilan oleh seluruh rakyat Maluku.(MB-01)

