Ambon.malukubarunews.com — Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan penyaluran beras bantuan pemerintah kepada masyarakat penerima manfaat harus dilakukan secara tepat sasaran.
Bantuan pangan tersebut ditujukan kepada keluarga yang telah masuk dalam kategori penerima bantuan pemerintah untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan di tengah tekanan ekonomi masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Wattimena saat diwawancarai sejumlah wartawan usai membuka Lomba Jukulele Tingkat Kota Ambon di Pattimura Park, Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 10.00 WIT.
Ia menjelaskan, program bantuan beras tersebut merupakan bagian dari bantuan pangan pemerintah yang disalurkan melalui Perum Bulog.
“Beras bantuan pemerintah yang masuk kepada masyarakat yang masuk kategori diberikan bantuan itu sudah saya launching secara resmi, dan mereka membagi terus per wilayah,” jelas Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.
Menurut Wattimena, proses distribusi bantuan telah berjalan secara bertahap berdasarkan wilayah. Bantuan tersebut menyasar masyarakat yang sebelumnya telah ditetapkan dalam kategori penerima manfaat. Pemerintah Kota Ambon, kata dia, telah memberikan penekanan agar proses penyaluran tidak keluar dari sasaran yang telah ditentukan.
“Jadi itu bagian daripada bantuan pangan murah pemerintah yang disalurkan lewat Bulog. Beras diberikan kepada masyarakat yang masuk dalam kategori yang harus dibantu,” ujarnya.
Wattimena menyebut terdapat beberapa ribu kepala keluarga (KK) yang menjadi penerima bantuan tersebut. Namun, dalam keterangannya ia tidak merinci jumlah pasti kepala keluarga maupun total volume beras yang dialokasikan untuk Kota Ambon.
Sejak peluncuran program, pemerintah telah meminta agar bantuan benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan. Ketepatan sasaran menjadi perhatian penting karena bantuan pangan merupakan intervensi pemerintah untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi ekonomi yang sulit.
“Saya sudah sampaikan pesan pada saat launching bahwa harus tepat sasaran,” tegasnya
Selain ketepatan distribusi, Wali Kota juga mengingatkan masyarakat penerima agar memanfaatkan beras bantuan sesuai tujuan pemberian. Bantuan tersebut diberikan secara gratis oleh pemerintah untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, bukan untuk diperjualbelikan kembali.
“Masyarakat memanfaatkan ini sebagai bagian daripada kehadiran pemerintah kepada mereka di tengah-tengah situasi yang sulit ini, dan jangan dijual. Itu untuk mereka konsumsi,”ingatnya
Ia berharap bantuan pangan tersebut memberikan dampak langsung terhadap ketahanan kebutuhan dasar masyarakat penerima. Setidaknya, bantuan itu diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan minimal hidup, khususnya kebutuhan pangan rumah tangga.
“Bantuan ini berdampak bagi mereka, paling tidak memenuhi kebutuhan hidup mereka, kebutuhan minimal hidup mereka. Itu yang kita tekankan di situ,” pungkas Wattimena.
Dengan penyaluran berbasis wilayah melalui Bulog, pemerintah berharap bantuan pangan dapat diterima oleh keluarga yang sesuai kriteria. Pemerintah Kota Ambon juga menempatkan ketepatan sasaran dan pemanfaatan bantuan sesuai peruntukan sebagai dua hal utama agar program bantuan pangan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat yang berada dalam kondisi sulit.(MB-01)

