Ambon.malukubarunews.com — Sejumlah bendera Partai Gerindra yang terpasang di kawasan Jembatan Wayare, Kota Ambon, ditemukan dalam kondisi telah dipatahkan pada Kamis, 1 Oktober 2026. Bendera-bendera tersebut terlihat tidak lagi berdiri seperti saat dipasang dan sebagian jatuh ke area bawah jembatan.
Pantauan Malukubarunews.com di lokasi sekitar dua jam sebelum berita ini ditulis menunjukkan jumlah bendera yang dipasang di kawasan tersebut tidak sedikit. Namun, sebagian atribut partai itu kini telah patah. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai siapa yang melakukan tindakan tersebut dan apa motif di baliknya.
Bendera-bendera itu diketahui dipasang menjelang pelaksanaan Gelar Laskar Partai Gerindra yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, di Gedung Universitas Darussalam Tulehu. Pemasangan atribut partai tersebut menjadi perhatian warga yang melintas maupun berada di sekitar kawasan Jembatan Wayare.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada informasi terverifikasi yang dapat memastikan siapa pelaku pematahan bendera tersebut. Malukubarunews.com juga belum memperoleh keterangan yang memastikan apakah kejadian itu merupakan tindakan spontan, bentuk penolakan terhadap atribut partai, atau memiliki latar belakang lain.
Peristiwa tersebut kemudian turut menjadi perbincangan di media sosial. Salah seorang warga, M.Y. W. sempat mengunggah video terkait kondisi bendera melalui akun pribadinya. Unggahan itu kemudian dibagikan kembali oleh sejumlah akun, termasuk akun yang berkaitan dengan Gerindra MBD.
Dalam unggahan tersebut terdapat pertanyaan mengenai maksud di balik kejadian itu, disertai kalimat bernada mempertanyakan apakah terdapat pihak tertentu yang memerintahkan atau berada di balik peristiwa tersebut. Namun, pernyataan dalam unggahan media sosial itu belum dapat dijadikan bukti untuk memastikan adanya pihak yang memerintahkan pematahan bendera.
Sementara itu, seorang warga yang berada di sekitar lokasi meminta Partai Gerindra datang dan melihat langsung kondisi bendera yang telah dipatahkan.
“Partai Gerindra datang ke Jembatan Wayare, bendera semua dipatahkan dong. Patah semua, kasih jatuh ke bawah,” pinta warga di lokasi.
Peristiwa ini terjadi sehari setelah Gelar Laskar Partai Gerindra di Tulehu. Kedekatan waktu tersebut menjadi salah satu fakta yang menarik perhatian, tetapi belum terdapat bukti yang menunjukkan bahwa kegiatan di Tulehu berkaitan langsung dengan pematahan bendera di Wayare.
Malukubarunews.com telah mengonfirmasi kejadian tersebut kepada beberapa anggota DPRD Maluku dari Partai Gerindra. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons atau penjelasan resmi yang diterima terkait kondisi bendera maupun dugaan adanya pihak tertentu di balik insiden tersebut.
Karena itu, pertanyaan mengenai siapa yang mematahkan bendera, mengapa tindakan tersebut dilakukan, dan apakah terdapat motif tertentu masih belum terjawab. Konfirmasi dari Partai Gerindra, warga sekitar, serta aparat yang berwenang diperlukan agar peristiwa ini tidak berkembang menjadi spekulasi tanpa dasar.
Malukubarunews.com akan terus memantau perkembangan informasi terkait insiden tersebut, termasuk apabila terdapat keterangan resmi dari Partai Gerindra maupun pihak berwenang mengenai identitas pelaku dan motif pematahan atribut partai di Jembatan Wayare.(MB-01)

