Ambon.Malukubarunews.com – Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari program prioritas nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan dukungan penuh oleh Wali Kota Ambon saat menerima kunjungan kerja Tim Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Setwapres yang berlangsung pada 20–23 Juli 2026.
Kunjungan kerja tersebut bertujuan memantau pelaksanaan berbagai program percepatan penurunan stunting di Kota Ambon sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain melakukan evaluasi program, tim juga berdialog langsung dengan masyarakat guna memperoleh gambaran faktual mengenai pelaksanaan intervensi di lapangan.
Selama empat hari pelaksanaan kunjungan, Tim Setwapres melakukan audiensi bersama jajaran Pemerintah Kota Ambon sebelum meninjau pelaksanaan program di sejumlah kelurahan, puskesmas, dan posyandu. Pemantauan juga difokuskan pada kelompok sasaran utama, yakni ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita sebagai penerima manfaat program pencegahan stunting.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Ambon menandatangani komitmen dukungan Pemerintah Kota Ambon terhadap percepatan penanganan stunting sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung target nasional. Atas komitmen itu, Sekretariat Wakil Presiden menyerahkan sertifikat penghargaan dan cendera mata kepada Pemerintah Kota Ambon sebagai simbol apresiasi atas dukungan yang diberikan.
Analis Kebijakan Ahli Muda Asisten Deputi Kesehatan, Gizi, dan Pembangunan Keluarga Sekretariat Wakil Presiden, Mariah Seliriana, mengatakan keberhasilan penurunan stunting membutuhkan penguatan strategi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.
“Pemerintah daerah perlu meningkatkan cakupan intervensi melalui inovasi yang disesuaikan dengan karakteristik lokal, memprioritaskan kualitas dan efektivitas program terutama di wilayah dengan angka stunting yang masih tinggi, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor agar manfaat program dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” ungkapnya
Menurut Mariah, pendekatan yang terintegrasi antara sektor kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga pemerintah desa menjadi faktor penting dalam mempercepat penurunan prevalensi stunting. Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Selain melakukan pemantauan administratif, tim juga menyerap berbagai masukan dari tenaga kesehatan, kader posyandu, serta masyarakat terkait tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program di lapangan. Hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kebijakan percepatan penurunan stunting secara nasional.
“Kegiatan ini diharapkan memperkuat sinergi strategis antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga upaya penurunan stunting berjalan lebih efektif dan menjadi fondasi penting dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Mariah Seliriana.
Pemerintah Kota Ambon menyatakan siap menindaklanjuti berbagai rekomendasi yang disampaikan Tim Setwapres melalui penguatan program lintas sektor, peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, serta optimalisasi intervensi gizi spesifik dan sensitif. Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Ambon menuju pembangunan yang berkelanjutan.(MB-)

