Ambon. Malukubarunews.com — Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, secara resmi melepas 123 tenaga kerja antar daerah yang akan bekerja di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk Branch Bali dalam acara pelepasan di Ruang Rapat Vlissingen, Balai Kota Ambon, Jumat (8/5/2026). Sebanyak 105 pekerja diberangkatkan pada Batch II menuju Bali, sementara sisanya masih menunggu kelengkapan administrasi.
Program perekrutan tenaga kerja tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat Kota Ambon. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja Kota Ambon, sebanyak 1.024 pelamar mendaftar secara online untuk mengikuti seleksi kerja di perusahaan retail nasional tersebut. Dari jumlah itu, 290 peserta mengikuti tahapan tes seleksi yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja.
Hasil seleksi menunjukkan sebanyak 188 peserta dinyatakan lolos dan mengikuti pelatihan atau training yang dilaksanakan pihak Alfamart Branch Bali di Kantor Alfamidi, Jalan Ciwabesi. Setelah mengikuti pelatihan, peserta yang dinyatakan lulus terdiri dari 96 orang untuk posisi Crew toko dan 27 orang helper.
Dalam arahannya Bodewin Wattimena menegaskan bahwa kesempatan kerja di luar daerah merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara serius oleh generasi muda Ambon. Menurutnya, tidak semua orang mendapatkan kesempatan yang sama untuk lolos seleksi dan bekerja di perusahaan besar.
“Tidak semua orang punya kesempatan yang sama seperti yang mendaftar dan mengikuti seleksi. Karena itu kesempatan ini harus disyukuri dan dijalani dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya
Ia mengingatkan para tenaga kerja agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja baru serta tahan menghadapi tantangan selama bekerja di perantauan. Menurutnya, keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh loyalitas, disiplin, dan kemampuan bertahan dalam proses kehidupan.
“Masa depan ditentukan oleh siapa yang mampu beradaptasi dan bertahan terhadap tantangan. Semua proses kehidupan membutuhkan perjuangan panjang,”ingatnya
Wali Kota Ambon juga meminta para pekerja menjaga nama baik keluarga dan daerah selama bekerja di Bali. Ia menegaskan bahwa orang tua di kampung halaman hanya ingin mendengar kabar baik tentang anak-anak mereka yang merantau mencari pekerjaan.
“Kerja baik-baik di sana. Jangan bikin malu keluarga dan daerah karena orang tua hanya ingin mendengar cerita baik tentang anaknya yang merantau,”pintahnya
Selain memberikan motivasi, Bodewin turut menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental dan membangun komunikasi ketika menghadapi persoalan di tempat kerja. Ia meminta para pekerja tidak mengambil keputusan sendiri saat menghadapi tekanan atau masalah pribadi.
“Kalau ada masalah jangan dipendam sendiri. Sampaikan kepada teman, keluarga, atau pemerintah supaya bisa dibantu,” pesannya
Di sisi lain, Pemerintah Kota Ambon juga memberikan klarifikasi terkait adanya laporan dan dugaan yang berkembang mengenai kondisi pekerja asal Ambon di Bali. Pemkot menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak dapat disimpulkan secara sepihak karena perusahaan tetap memberikan hak pekerja sesuai ketentuan wilayah penempatan kerja.
Pekerja disebut menerima gaji dan tunjangan makan yang telah diakumulasi dalam upah bulanan berdasarkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di wilayah Bali. Untuk wilayah Kota Denpasar, UMK tercatat mencapai sekitar Rp3,5 juta per bulan.
Selain itu, pekerja juga difasilitasi tempat tinggal atau mess bagi lokasi toko yang berdekatan. Sedangkan pekerja yang ditempatkan jauh dari mess perusahaan diberikan tambahan biaya kos sebesar Rp450 ribu setiap bulan.
Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Tenaga Kerja memastikan tetap melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pekerja asal Ambon yang ditempatkan di Bali, meskipun secara administratif telah menjadi tanggung jawab perusahaan.
Langkah itu dilakukan agar seluruh tenaga kerja tetap mendapatkan perlindungan dan perhatian selama bekerja di luar daerah.
Bodewin berharap program penempatan tenaga kerja antar daerah tersebut dapat membuka jalan bagi generasi muda Ambon untuk memperoleh pengalaman kerja yang lebih luas dan meningkatkan taraf hidup keluarga di masa mendatang.
“Lakukan yang terbaik karena tidak ada yang tahu masa depan seseorang. Bisa saja suatu hari nanti ada yang menjadi pemimpin perusahaan besar,” tutup Wattimena (MB-01)

