UNPATTI Ambon kembali jalin kontrak swakelola bersama dua perusahan
Kerja sama tersebut difokuskan pada rencana aktivitas pertambangan emas di Pulau Buru serta tambang sinabar di Desa Iha, Pulau Seram. Penandatanganan kontrak berlangsung di Ruang Rapat Rektor Lantai 3 Gedung Rektorat Unpatti, Ambon.
Dokumen AMDAL yang disusun nantinya akan menjadi dasar penting dalam pengelolaan lingkungan hidup pada aktivitas pertambangan, guna memastikan keberlanjutan serta meminimalisir dampak negatif terhadap ekosistem dan masyarakat sekitar.
Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Unpatti, Ruslan H.S. Tawari, bersama A. Siahaya sebagai pihak mitra kerja sama.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Laboratorium Terpadu Pendukung Blok Masela Unpatti, di antaranya Sutandy Setyawan, Zain Syaiful Latukaisupy, dan Mohammad Yasir Kaisuku, serta Sub Koordinator Kerja Sama Unpatti.
Dalam sambutannya, Ruslan H.S. Tawari menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada Unpatti merupakan bentuk pengakuan terhadap kapasitas akademik dalam menghadirkan kajian ilmiah yang kredibel dan solutif.
“Dalam aspek kerja sama tersebut, kita harus memiliki dokumen lingkungan agar ke depan tidak menimbulkan persoalan. Oleh karena itu, penandatanganan ini menjadi momentum penting untuk diimplementasikan sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,”ungkap Ruslan H.S. Tawari.
Ia menegaskan bahwa penyusunan dokumen lingkungan merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap aktivitas pertambangan berjalan sesuai prinsip keberlanjutan dan tidak menimbulkan dampak negatif jangka panjang.
Ruslan juga berharap kolaborasi antara Unpatti dan pihak perusahaan dapat terus ditingkatkan serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Maluku, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.
Sementara itu, A. Siahaya menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya memperkuat eksistensi dan pengembangan sumber daya di wilayah Maluku.
“Kami membutuhkan dukungan dari perguruan tinggi, salah satunya Universitas Pattimura, karena telah menjadi bagian dari proses dinamika dalam memberikan edukasi pengelolaan yang baik,” ujar A. Siahaya.
Ia berharap, kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan wilayah Maluku ke depan, sekaligus memastikan pengelolaan pertambangan dilakukan secara profesional, terukur, dan berwawasan lingkungan.”harapnya tutup (MB-01)

