Ambon .malukubarunews.com— Universitas Darussalam (Unidar) Ambon berencana mengaktifkan kembali aktivitas akademik di Kampus Tulehu secara bertahap pada tahun akademik 2026/2027. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan aset pendidikan sekaligus memperluas akses kuliah bagi masyarakat di wilayah Maluku Tengah dan sekitarnya.
Wakil Rektor Unidar, Suud Marasabessy, mengatakan rencana pengaktifan kembali kampus tersebut sudah mulai dibahas dan ditinjau langsung oleh pihak universitas.
Menurutnya, kondisi kampus Tulehu masih memungkinkan untuk digunakan meskipun membutuhkan perbaikan di sejumlah fasilitas.
“Perkembangannya mau tidak mau kita harus mengaktifkan kembali karena itu juga aset kita bersama di Maluku. Kemarin kita sudah meninjau langsung untuk melihat kesiapan fasilitas dan kemungkinan perkuliahan kembali dilakukan di sana,” ungkap Wakil Rektor Unidar, Suud Marasabessy, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (8/5/2026).
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran menjadi alasan utama mengapa pengoperasian kembali kampus dilakukan secara bertahap dan belum bisa menyeluruh. Untuk tahap awal, pihak kampus berencana membuka beberapa kelas sesuai jumlah mahasiswa baru yang diterima.
“Kalau kondisinya terbatas, kita tidak bisa langsung menyeluruh. Jadi kita mulai dengan apa yang bisa digunakan terlebih dahulu, misalnya membuka kelas sesuai jumlah mahasiswa yang mendaftar,” ujar Suud Marasabessy.
Menurutnya, kampus Tulehu nantinya akan difungsikan sebagai lokasi perkuliahan aktif, sementara administrasi akademik juga disiapkan di lokasi tersebut. Namun, pusat pengambilan kebijakan universitas masih berada di Ambon hingga kondisi kampus benar-benar dinilai siap beroperasi penuh.
Dari hasil peninjauan lapangan, sejumlah fasilitas gedung disebut masih dalam kondisi baik, meski beberapa bagian seperti plafon dan jendela mengalami kerusakan akibat lama tidak digunakan. Selain ruang kuliah, beberapa kantor fakultas juga direncanakan kembali difungsikan untuk mendukung aktivitas akademik mahasiswa.
“Secara umum gedungnya masih bagus, tetapi memang ada beberapa bagian yang rusak dan perlu dibenahi supaya bisa mendukung proses perkuliahan,” ujar
Selain fokus pada aktivasi kampus, pihak universitas juga terus menyelesaikan persoalan mahasiswa lama yang sebelumnya terkendala legalitas akademik. Suud mengungkapkan, terdapat sekitar 1.600 mahasiswa yang sempat mengalami persoalan administratif sehingga ijazah mereka belum dapat diterbitkan secara resmi.
“Setelah konsultasi dengan kementerian, akhirnya ada jalan tengah agar mahasiswa yang datanya lengkap bisa diproses secara legal untuk wisuda dan penerbitan ijazah,” ujar Suud Marasabessy.
Ia menjelaskan, hingga saat ini pihak kampus telah memproses sekitar 601 mahasiswa yang memenuhi syarat akademik untuk diwisudakan secara resmi. Sementara itu, ratusan mahasiswa lain masih dalam tahap verifikasi data akademik melalui Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
“Kalau SKS dan data akademiknya sudah lengkap, kita proses. Tetapi ada juga yang ternyata belum memenuhi syarat, bahkan ada yang tidak pernah mengikuti perkuliahan secara aktif,” jelas
Menurut Suud, pengaktifan kembali Kampus Tulehu juga memiliki dampak sosial dan ekonomi yang besar bagi masyarakat sekitar. Sebelumnya, aktivitas ribuan mahasiswa di kawasan tersebut menjadi penggerak ekonomi warga, terutama pelaku usaha kecil seperti rumah makan, kos-kosan, dan transportasi lokal.
“Dulu ketika kampus masih aktif, perputaran ekonomi masyarakat sangat terasa. Setelah aktivitas kampus berhenti, masyarakat juga ikut terdampak,” ujarnya.
Saat ini, jumlah mahasiswa aktif Unidar tercatat sekitar 627 orang dengan dukungan 81 dosen aktif serta 38 dosen ASN yang diperbantukan. Untuk tahun ajaran baru 2026/2027, pihak universitas menargetkan penerimaan sedikitnya 500 mahasiswa baru guna memperkuat keberlangsungan akademik dan pengembangan institusi.
“Harapan kita kampus Tulehu kembali hidup dan menjadi pintu masuk pendidikan tinggi bagi masyarakat Seram Bagian Barat, Seram Bagian Timur, Maluku Tengah dan wilayah sekitarnya,” harap Suud Marasabessy. (MB-01)

