Ambon.malukubarunews.com. — Suasana emosional mewarnai Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka memperingati HUT ke-451 Kota Ambon, Jumat (4/9/2026) pukul 15.00 WIT. Momen tersebut mengemuka ketika Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menyampaikan refleksi mengenai capaian pembangunan, berbagai kendala yang masih dihadapi, serta harapannya terhadap masa depan Kota Ambon.
Rapat paripurna berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Kota Ambon dan dihadiri Wakil Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena bersama Ny. Lisa Wattimena, unsur Forkopimda Kota Ambon, pimpinan dan anggota DPRD Kota Ambon, anggota DPRD Provinsi Maluku daerah pemilihan Kota Ambon, jajaran Pemerintah Kota Ambon, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta para undangan lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan Wali Kota dan rombongan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kota Ambon, serta doa bersama yang dipimpin rohaniwan Islam dan Kristen.
Ketua DPRD Kota Ambon Morits Tamaela dalam sambutannya mengatakan HUT ke-451 harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama membangun kota. Ia menilai tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” mengandung pesan moral sekaligus tanggung jawab bersama, baik dalam menjaga kebersihan lingkungan maupun membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Ambon bersih adalah bagaimana kita bisa mewujudkan lingkungan kota yang bersih, bebas dari sampah, serta menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel. Maluku sehat adalah bagaimana kita dapat menjamin kualitas hidup masyarakat melalui akses kesehatan yang optimal dan lingkungan sosial yang kondusif,” ungkapnya
Dalam kesempatan tersebut, DPRD juga mengingatkan bahwa pembangunan Kota Ambon tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan lembaga legislatif. Partisipasi masyarakat, semangat gotong royong, serta rasa memiliki terhadap kota menjadi bagian penting untuk memastikan berbagai program strategis berjalan dan memberikan manfaat bagi warga.
Sebelum pidato Wali Kota, rapat paripurna juga mengangkat sejarah panjang Kota Ambon. Tahun 1575 ditetapkan sebagai tahun lahirnya Kota Ambon. Dalam perjalanan sejarahnya, kota ini berkembang dari kawasan permukiman awal hingga menjadi pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat di Pulau Ambon. Berdasarkan seminar sejarah Kota Ambon pada 14-17 November 1972, tanggal 7 September 1575 kemudian ditetapkan sebagai hari lahir Kota Ambon dan mulai diperingati pada 7 September 1973.
Memasuki usia 451 tahun, Wattimena dalam pidatonya menyampaikan berbagai capaian pembangunan sekaligus mengakui masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Ambon hingga kuartal I 2026 mencapai 6,09 persen, sementara inflasi Juli 2026 berada di angka 2,9 persen. Nilai investasi semester I 2026 juga disebut mencapai Rp847 miliar dengan pertumbuhan 1.080 persen.
Di bidang pelayanan dasar, Pemkot Ambon melaporkan pengembangan jaringan air perpipaan sepanjang 12.126 meter di 14 lokasi hingga Agustus 2026. Sebanyak 659 pelanggan baru tercatat pada semester pertama 2026 sehingga total pelanggan mencapai 14.770 pelanggan. Pemerintah kota juga menyebut berbagai program di bidang jalan, perumahan, ekonomi kerakyatan, pendidikan, kesehatan, persampahan, transportasi, pariwisata, hingga ekonomi kreatif.
Namun, Wattimena tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih dihadapi. Tingkat pengangguran terbuka disebut masih mencapai 11,37 persen. Selain itu, kondisi jalan yang rusak dan berlubang, kebutuhan air bersih, pengelolaan sampah, kerentanan terhadap bencana, ketimpangan kepadatan penduduk, serta angka kemiskinan yang masih berada di atas 4 persen menjadi tantangan yang harus ditangani bersama.
“Ketika kita berhasil melakukan banyak hal, kita juga harus mengakui bahwa terdapat banyak persoalan pembangunan yang harus kita tuntaskan,” tegas Wattimena.
Persoalan transportasi juga menjadi perhatian. Pemerintah Kota Ambon terus melakukan rekayasa lalu lintas, penataan transportasi publik, perbaikan jalan, serta mengupayakan pembangunan jalan alternatif. Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah pembebasan lahan masyarakat di sekitar Jalan Jenderal Sudirman, Batu Merah, yang dibutuhkan untuk mendukung akses menuju kawasan Karang Panjang.
Memasuki bagian akhir pidatonya, suasana paripurna semakin emosional. Wattimena meminta seluruh organisasi perangkat daerah mendukung program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon. Ia mengingatkan jajaran pemerintah agar tidak sekadar mengejar penyelesaian program dan serapan anggaran, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Jangan hanya sekadar menyelesaikan program-program yang telah ditetapkan, tetapi juga jangan lupa selesaikan persoalan yang sementara dialami oleh masyarakat. Jangan hanya mengejar serapan anggaran, tetapi pastikan anggaran yang digunakan bermanfaat bagi warga kota,” ujar Wattimena.
Wattimena kemudian mengajak DPRD, aparat keamanan, lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, pemuda, media, dan seluruh masyarakat memperkuat kolaborasi. Ia menegaskan pembangunan Kota Ambon merupakan pekerjaan bersama dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen.
“Pembangunan Kota Ambon tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, mari kita bersama-sama membangun Kota Ambon yang lebih baik ke depan, untuk Ambon yang Manise,” ajaknya
Menanggapi suasana haru yang menyertai penutupan pidato tersebut, Ketua DPRD Morits Tamaela memberikan penghormatan kepada Wattimena sekaligus meminta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah menopang Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam menjalankan tugas pemerintahan ke depan secara optimal.
Dari ruang paripurna tersebut, pesan yang mengemuka bukan hanya tentang usia panjang Kota Ambon, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama menjaga masa depannya. Dengan tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”, pemerintah, DPRD, dan masyarakat didorong menjadikan HUT ke-451 sebagai momentum memperkuat persatuan, gotong royong, pelayanan publik, serta pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon kemudian ditutup oleh Ketua DPRD Morits Tamaela dengan ucapan selamat HUT ke-451 Kota Ambon dan doa agar seluruh upaya membangun kota tercinta mendapat tuntunan Tuhan Yang Maha Kuasa.(MB-01)

