Ambon.malukubarunews.com — Memasuki usia ke-451 tahun, Kota Ambon mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju”. Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan tema tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus diterjemahkan menjadi gerakan bersama dalam pembangunan dan kehidupan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Wattimena dalam pidatonya pada Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon dalam rangka HUT ke-451 Kota Ambon, Jumat (4/9/2026) pukul 15.00 WIT, di Ruang Paripurna DPRD Kota Ambon.
Menurut Wattimena, makna “bersih” tidak sebatas persoalan kebersihan lingkungan. Konsep tersebut juga harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, perilaku aparatur, serta komitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dari korupsi dan pungutan liar.
“Bersih bukan hanya secara fisik, tetapi juga bersih dalam tata kelola, bersih dalam pelayanan, bersih dalam perilaku serta bersih dari berbagai praktik yang dapat menghambat kemajuan Kota Ambon,”jelasnya
Ia menilai budaya hidup bersih harus dimulai dari kesadaran setiap warga. Masyarakat tidak boleh melihat kebersihan semata-mata sebagai tugas pemerintah. Pemerintah, kata Wattimena, memiliki kewajiban menyediakan kebijakan, fasilitas, dan pelayanan, tetapi masyarakat merupakan kekuatan utama dalam menentukan wajah Kota Ambon.
Sementara makna “sehat”, lanjutnya
Wattimena, memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada pelayanan rumah sakit dan tenaga medis. Pembangunan kesehatan harus menyentuh persoalan lingkungan, air bersih, sanitasi, gizi, pendidikan, ekonomi, serta kualitas hidup masyarakat.
“Jangan hanya sekadar menyelesaikan program-program yang telah ditetapkan, tetapi juga jangan lupa selesaikan persoalan yang sementara dialami oleh masyarakat. Jangan hanya mengejar serapan anggaran, tetapi pastikan anggaran yang digunakan bermanfaat bagi warga kota,” tegasnya
Menurutnya, pembangunan Kota Ambon juga harus diarahkan untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi. Generasi muda tidak cukup hanya menjadi penonton pembangunan, tetapi harus dipersiapkan menjadi pelaku, pencipta, inovator, pengusaha, dan pemimpin yang mampu membawa nama Ambon dan Maluku ke tingkat nasional maupun internasional.
Menutup pidatonya, Wattimena menyampaikan ajakan kepada seluruh organisasi perangkat daerah untuk mendukung program kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon. Dengan nada haru, ia juga meminta seluruh jajaran pemerintahan bekerja keras, bekerja cerdas, dan terutama bekerja dengan benar untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengajak DPRD, aparat keamanan, lembaga keagamaan, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, pemuda, media, serta seluruh masyarakat untuk memperkuat kolaborasi. Menurutnya, kompleksitas persoalan Kota Ambon tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah.
“Pembangunan Kota Ambon tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah sendiri. Karena itu, mari kita bersama-sama membangun Kota Ambon yang lebih baik ke depan, untuk Ambon yang Manise,” Ajak Walikota tutup (MB-01)

