Ambon, Malukubarunews.com — Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Maluku Prof Faris Al-Fadhat, menegaskan komitmen institusinya dalam memajukan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah saat memberikan sambutan pada wisuda sarjana UM Maluku Tahun 2026, Kamis (30/4/2026), di Aula Kantor LLDIKTI Wilayah XII Ambon. Kegiatan ini menjadi wisuda perdana sejak kampus tersebut berdiri.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa di tengah kesibukannya. Ia menilai kehadiran kepala daerah menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap perkembangan pendidikan tinggi di Maluku.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang di tengah kesibukan berkenan hadir di acara kami. Ini adalah kehormatan besar bagi Universitas Muhammadiyah Maluku,” ungkap Rektor Al-Fadhat.
Rektor menjelaskan bahwa UM Maluku merupakan perguruan tinggi yang relatif baru, didirikan pada 2020 dan mulai beroperasi pada 2021. Meski baru memasuki usia lima tahun, kampus ini telah menunjukkan perkembangan signifikan dengan menyelenggarakan lima program studi awal.
Ia menekankan bahwa pertumbuhan kampus tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, LLDIKTI, hingga masyarakat. Dukungan tersebut dinilai sebagai kekuatan utama dalam membangun institusi pendidikan yang berkelanjutan.
“Kampus ini tumbuh bukan hanya karena perjuangan internal, tetapi juga karena dukungan banyak pihak yang mendoakan dan membantu,” ujarnya.
Pada wisuda perdana ini, UM Maluku meluluskan sebanyak 49 sarjana. Rektor berpesan kepada para lulusan agar menjadikan momentum tersebut sebagai awal perjalanan baru dalam kehidupan, bukan sebagai akhir dari proses belajar.
“Hari ini bukan akhir, tetapi langkah awal untuk memulai perjuangan baru di tengah masyarakat. Kalian adalah tunas-tunas bangsa yang akan menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keyakinan dan semangat dalam menghadapi masa depan, seraya menegaskan bahwa pendidikan akan meningkatkan derajat seseorang jika disertai usaha yang konsisten.
“Yakinlah bahwa orang-orang yang berilmu akan diangkat derajatnya. Itu janji Tuhan yang harus menjadi pegangan dalam perjalanan hidup kalian,” ingat Faris Al-Fadhat.
Lebih lanjut, Rektor mengungkapkan rencana pengembangan UM Maluku ke depan, termasuk penambahan program studi baru. Pada tahun 2026, empat program studi tambahan telah disetujui, yaitu administrasi kesehatan, hukum bisnis, bisnis digital, dan perencanaan wilayah.
Selain itu, tiga program studi lain masih dalam proses penilaian, yakni teknik informatika, pendidikan olahraga, dan gizi. Dengan penambahan tersebut, UM Maluku ditargetkan memiliki hingga 13 program studi dalam waktu dekat.
Rektor juga mengumumkan rencana pembangunan kampus terpadu sebagai bagian dari strategi penguatan infrastruktur pendidikan. Proyek tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan dengan dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami berencana membangun kampus terpadu sebagai wujud komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Maluku,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Rektor menegaskan bahwa UM Maluku hadir sebagai institusi pendidikan yang inklusif, terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang etnis maupun agama.
“Pendidikan adalah untuk semua, dan Universitas Muhammadiyah Maluku hadir untuk seluruh rakyat Maluku,” pungkas Rektor tutup (MB-01)

