Ambon, Malukubarunews.com — Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Prof Saiful Deni, menegaskan bahwa wisuda sarjana bukan sekadar seremoni akademik, melainkan simbol keberhasilan kerja keras, ketekunan, dan doa seluruh pihak yang terlibat. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada wisuda Universitas Muhammadiyah (UM) Maluku Tahun 2026, Kamis (30/4/2026), di Aula Kantor LLDIKTI Wilayah XII Ambon.
Dalam pidatonya, ia menyoroti perubahan besar yang tengah terjadi secara global, mulai dari transformasi digital, ekonomi, hingga pendidikan. Menurutnya, perguruan tinggi harus mampu merespons cepat dinamika tersebut agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.
“Dunia kerja berubah sangat cepat. Disrupsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau AI, memberikan pengaruh luar biasa terhadap kehidupan dan ekonomi kita,” ungkap Kepala LLDIKTI Wilayah XII, Saiful Deni.
Ia menegaskan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki kecerdasan akademik, tetapi juga harus adaptif, kreatif, dan berkarakter kuat. Dalam konteks tersebut, kebijakan “Kampus Berdampak” menjadi sangat relevan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja.
“Perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi, solusi, dan pengembangan sumber daya manusia unggul yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Saiful Deni juga memaparkan kondisi sumber daya manusia dosen di wilayah LLDIKTI XII. Saat ini terdapat sekitar 2.000 dosen, dengan sekitar 28,8 persen telah memiliki jabatan fungsional, sementara sebagian lainnya masih perlu didorong peningkatan kualifikasi akademik.
Ia menyebutkan bahwa peningkatan jumlah dosen bergelar doktor dan percepatan jabatan fungsional menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi untuk memenuhi standar nasional pendidikan tinggi.
“Ini bukan sekadar angka, tetapi panggilan bagi kita semua untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas akademik,” tegasnya.
Dalam konteks regional, ia menilai perguruan tinggi di Maluku dan Maluku Utara memiliki peran strategis dalam mendorong pemerataan pembangunan nasional, khususnya di kawasan timur Indonesia yang kaya sumber daya alam.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap capaian Universitas Muhammadiyah Maluku yang telah memiliki akreditasi baik untuk lima program studi. Namun, ia mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat institusi berpuas diri.
“Kita harus bergerak menuju perguruan tinggi yang kompetitif, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional,” terangnya
Menutup sambutannya, Saiful Deni menyampaikan tiga pesan penting kepada para wisudawan, yakni pentingnya belajar sepanjang hayat, menjadi pemecah masalah, serta menjaga integritas dan karakter dalam kehidupan profesional.
“Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi jadilah pencipta solusi bagi masyarakat. Dan yang terpenting, jaga kejujuran, tanggung jawab, serta etika,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun daerah. Menurutnya, pembangunan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Sinergi adalah kunci. Kita tidak bisa membangun daerah ini sendiri-sendiri,” tekan Saiful Deni.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan berharap mereka mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah Maluku.”tutupnya (MB-01)

