Ambon.Malukubarunews.com — Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dan HUT Veteran ke-18 di lingkungan Kodam XV/Pattimura menjadi momentum untuk menegaskan kembali penghormatan terhadap jasa para pejuang. Kegiatan yang berlangsung Rabu, 12 Agustus 2026, di Halaman Kodam XV/Pattimura, Ambon, dihadiri unsur TNI, organisasi veteran, komunitas masyarakat, serta sejumlah pejabat dan tokoh senior serta sejumlah Wartawan
Pangdam XV/Pattimura Mayor Jenderal TNI Dody Triwinarto dalam sambutannya menyampaikan menempatkan para veteran dan senior TNI sebagai bagian penting dari sejarah perjalanan bangsa. Ia menilai generasi prajurit saat ini memiliki tanggung jawab moral untuk menghargai pengorbanan pendahulunya, termasuk mereka yang telah menjalani berbagai penugasan dan perjuangan dalam mempertahankan kepentingan negara.
“Tidak akan pernah ada sebesar Kodam seperti ini dengan semua dinamika, dengan semua revolusi, dengan semua pertempuran yang ada yang pernah dilalui oleh Bapak senior kami,” ungkapnya
Dalam kesempatan itu, Dody secara khusus memberikan penghormatan kepada Brigadir Jenderal TNI Purnawirawan Karel yang disebutnya sebagai guru, komandan, sekaligus orang tua bagi dirinya dan masyarakat Ambon. Ia menyebut Karel sebagai salah satu sosok yang memiliki peran penting dalam sejarah pembangunan di Ambon, termasuk gagasan mengenai pembangunan Jembatan Merah Putih.
“Beliau adalah guru kami, beliau adalah komandan kami, beliau adalah orang tua kami yang terbaik yang dimiliki oleh masyarakat Ambon dan kita semua,” bebernya
Dody juga menyinggung Jembatan Merah Putih sebagai salah satu produk perjuangan dan gagasan Karel. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa gagasan tersebut lahir melalui proses panjang dan perjuangan seorang tokoh yang dinilainya memiliki perhatian besar terhadap pembangunan Ambon. Pernyataan itu sekaligus menjadi penekanan bahwa kontribusi seorang prajurit senior tidak berhenti pada masa dinas, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk gagasan pembangunan bagi masyarakat.
“Jembatan Merah Putih ini adalah produk perjuangan gagasan dari beliau,” ujarnya
Pangdam menegaskan bahwa penghormatan kepada veteran bukan sekadar seremoni. Menurut dia, generasi prajurit aktif pada akhirnya akan mengalami fase yang sama seperti para senior yang kini berada dalam organisasi purnawirawan dan veteran. Kesadaran tersebut, tegas Dody, harus menjadi dasar untuk menjaga hubungan antargenerasi di tubuh keluarga besar TNI.
“Hari ini kami berdiri di sini, kami yakin Insyaallah suatu saat kami juga akan berdiri seperti bapak-bapak para senior di sini. Cepat atau lambat itu hanya masalah waktu,” tegasnya Dody.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan organisasi veteran dan berbagai organisasi serta komunitas yang hadir. Kehadiran unsur masyarakat, termasuk komunitas ojek online, tukang becak dan masyarakat sekitar Ambon, dipandang sebagai bagian dari kekuatan sosial yang perlu terus dirawat melalui komunikasi dan silaturahmi.
Momentum tersebut juga mempertemukan sejumlah unsur dari lingkungan TNI, pemerintah daerah, organisasi purnawirawan dan komunitas masyarakat.
Di akhir sambutannya juga Dody menyampaikan penghargaan kepada para senior yang telah mengabdikan diri dalam berbagai medan tugas. Ia mencontohkan pengalaman Brigadir Jenderal TNI Purnawirawan Karel yang disebut telah menjalani penugasan pada 1975 dalam operasi di Timor Timur.
“Saya terharu tadi cerita dari Pak Karel. Beliau tahun 75 sudah perang memperebutkan Timor Timur.”pungkas Dody tutup (MB-01)

