Ambon.malukubarunews.com — Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto memimpin Sidang Pemilihan Calon Tamtama (Cata) Prajurit Karier (PK) TNI AD Gelombang III Tahun Anggaran 2026 tingkat Sub Panpus Kodam XV/Pattimura.
Kegiatan tersebut berlangsung di Shelter Heli Rindam XV/Pattimura, Desa Suli, Senin (21/9/2026), sebagai bagian dari tahapan penting dalam proses penerimaan prajurit TNI AD.
Sidang pemilihan digelar untuk menentukan calon siswa yang memenuhi persyaratan dan standar penerimaan setelah mengikuti rangkaian seleksi secara bertahap dan komprehensif.
Sebanyak 2.221 calon siswa (casis) mengikuti seluruh rangkaian seleksi yang berlangsung selama kurang lebih 16 hari. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan administrasi, kesehatan, jasmani, psikologi, hingga penelitian personel (Litpers).
Dalam pelaksanaan sidang, Pangdam XV/Pattimura didampingi sejumlah pejabat yang terlibat dalam proses seleksi. Mereka antara lain Kolonel Inf Wirawan Eko Prasetiyo, S.E., M.H. selaku Wakil Ketua, Kolonel Inf Suhartono, S.I.P. selaku Pengawas, Kolonel Ckm dr. Jonaidi Mustafa, Sp.P. selaku Ketua Tim Kesehatan, serta Kolonel Inf Wisnu Joko Saputro selaku Sekretaris I.
Rangkaian seleksi tersebut diarahkan untuk memperoleh calon prajurit yang memenuhi standar dari sisi kualitas, kemampuan, kesehatan, mental, dan integritas.
Hasil dari seluruh tahapan kemudian menjadi bahan evaluasi dalam sidang pemilihan. Penilaian dilakukan berdasarkan akumulasi data hasil seleksi untuk menentukan calon siswa yang memenuhi persyaratan sebelum melanjutkan ke tahap pendidikan.
Dalam arahannya, Dody menekankan pentingnya sistem rekrutmen yang transparan, modern, dan berkualitas, terutama seiring memasuki tahun kedua pembentukan Satuan TP Tahap VI.
“Digitalisasi serta transparansi dalam proses seleksi terus dikembangkan guna meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memastikan terpilihnya prajurit yang memiliki kualitas, kemampuan, karakter tangguh, loyalitas, serta dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Dody.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah menjalankan proses seleksi dengan dedikasi dan komitmen.
Menurutnya, setiap keputusan terkait kelulusan harus didasarkan pada data hasil seleksi yang lengkap, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Selain proses seleksi, Dody turut mengingatkan para Komandan Pendidikan agar memastikan seluruh sarana dan prasarana pendidikan siap digunakan.
Kesiapan tersebut mencakup kondisi barak, ruang kelas, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seluruh fasilitas diminta berada dalam kondisi bersih, layak, dan siap menunjang proses pendidikan calon prajurit.
Penekanan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan proses penerimaan tidak berhenti pada penetapan calon siswa, tetapi berlanjut dengan kesiapan lingkungan pendidikan yang mendukung pembentukan prajurit TNI AD.
Dengan demikian, seluruh tahapan mulai dari seleksi, sidang pemilihan, hingga persiapan pendidikan diarahkan untuk memastikan calon prajurit yang terpilih memenuhi standar yang telah ditetapkan.(MB-01)

