Ambon Maluku , malukubarunews.com- Anak Muda Ambon (PAMA) mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Talkshow and Inspiring Leader memperingati 98 tahun Sumpah Pemuda yang mengusung tema “Pemuda Bangkit, Maju Par Ambon dan Maluku Pung Bae”.
Kegiatan berlangsung di Vertikal Coffee, kawasan bawah Jembatan Merah Putih (JMP), Desa Galala, Kota Ambon, Jumat (30/10)sore. Sejumlah tokoh dari unsur pemerintahan, politik, budaya, kepemudaan, dan pelayanan publik hadir untuk berbagi pengalaman serta membahas peran strategis pemuda dalam pembangunan.
Salah satu narasumber, Walikota Ambon Bodewin Wattimena, menegaskan generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan masa depan bangsa, Provinsi Maluku, dan Kota Ambon.
Menurut Walikota, semangat patriotisme pemuda saat ini harus diwujudkan melalui komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mempertahankan Pancasila, serta menegakkan Undang-Undang Dasar 1945.
“Pemuda harus memiliki semangat patriotisme, kepedulian, dan empati. Kita memang tidak lagi berjuang sebagai pahlawan yang merebut kemerdekaan, tetapi tugas kita saat ini adalah memastikan kemerdekaan tetap terjaga, negara tetap berdiri kokoh, dan aturan hukum tetap ditegakkan dengan baik,” ujarnya .
Selain persoalan nasionalisme, walikota turut menyoroti terbatasnya lapangan pekerjaan yang masih menjadi tantangan bagi generasi muda di Kota Ambon.
Dia mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menyediakan lapangan pekerjaan secara langsung. Karena itu, penguatan sektor industri kreatif dan pembangunan ekosistem ekonomi kreatif menjadi salah satu strategi yang didorong pemerintah.
Walikota menyebut identitas Ambon sebagai City of Music memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama berbagai subsektor industri kreatif lainnya.
Pemkot Ambon juga berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan formal dan pelatihan keterampilan, termasuk program Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas.
Dia berharap sertifikat pelatihan dan sertifikasi kompetensi dapat menjadi nilai tambah bagi pencari kerja. Dengan demikian, pemuda yang belum memiliki pengalaman kerja tetap mempunyai peluang untuk memasuki dunia kerja.
Sementara itu, Ketua Umum PAMA Rizal Sangadji menegaskan pentingnya membangun ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan generasi muda.
Rizal mengapresiasi kehadiran Wali Kota Ambon, Ketua DPRD Provinsi Maluku, serta seluruh narasumber yang telah berbagi pengalaman dan inspirasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, forum ini harus menjadi ruang pertukaran gagasan, pengalaman kepemimpinan, kisah sukses, sekaligus refleksi nilai patriotisme dan nasionalisme.
Dia menilai kekuatan pemuda terletak pada gagasan dan kreativitas. Namun, generasi muda juga harus berani menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan, selama kritik tersebut bersifat konstruktif dan menawarkan solusi.
Rizal menekankan, pemuda tidak boleh hanya ditempatkan sebagai objek pembangunan, tetapi harus diberikan ruang untuk menjadi subjek yang terlibat langsung dalam menentukan arah pembangunan daerah.
Dia juga menegaskan komitmen PAMA untuk terus mengawal dan mendukung pelaksanaan 17 program prioritas Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin Wattimena dan Wakil Wali Kota Elly Toisutta.
Usai kegiatan diskusi, PAMA melanjutkan rangkaian acara dengan membagikan bantuan sembako kepada anak yatim piatu dan warga lanjut usia (lansia).
Melalui kegiatan tersebut, PAMA berharap momentum 98 tahun Sumpah Pemuda tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, tetapi mampu mendorong keterlibatan nyata generasi muda dalam membangun Kota Ambon dan Provinsi Maluku(Ng)

