Ambon.korantekad.id — Kota Ambon terpantau masih diselimuti kabut hingga siang hari, Selasa, 7 Oktober 2026. Fenomena tersebut terlihat dari kawasan Jembatan Merah Putih, khususnya pada arah Baguala menuju Kecamatan Sirimau, dengan kondisi kabut yang masih tampak meski waktu telah memasuki siang bolong.
Pantauan media ini pada sekitar pukul 13.03 WIT menunjukkan kabut belum sepenuhnya menghilang dari sejumlah kawasan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut biasanya lebih mudah terlihat pada pagi hari, sementara pada saat pemantauan matahari telah cukup tinggi.
Kabut terlihat cukup tebal di sejumlah kawasan sekitar Teluk Ambon. Berdasarkan pantauan lapangan, area dari Desa Laha hingga kawasan Baguala disebut sebagai salah satu wilayah yang tampak memiliki kabut lebih pekat. Namun, penyebab pasti munculnya kabut tersebut belum dapat dipastikan hanya berdasarkan pengamatan visual.
Dugaan mengenai kabut yang berkaitan dengan asap kebakaran hutan muncul dari percakapan masyarakat di lapangan. Sejumlah warga mengaitkan kondisi udara yang berkabut dengan dugaan adanya kebakaran hutan di beberapa lokasi. Pernyataan tersebut masih merupakan dugaan warga dan belum dapat dijadikan kesimpulan mengenai sumber kabut.
Salah satu warga yang ditemui media ini menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi tersebut. Warga tersebut mengaku menduga kabut yang menyelimuti Ambon berkaitan dengan adanya kebakaran di sejumlah kawasan.
“Ini diduga kabut dengan adanya kebakaran hutan di mana-mana. Mari katong pi beli masker, jangan sampai masker mahal lagi,” ungkap salah satu warga sambil bercanda kepada rekannya.
Pernyataan bernada canda itu sekaligus menggambarkan perhatian masyarakat terhadap kondisi udara di Kota Ambon. Kekhawatiran mengenai penggunaan masker muncul karena warga belum mengetahui secara pasti apakah kabut tersebut hanya fenomena cuaca atau terdapat campuran asap yang berpotensi memengaruhi kualitas udara.
Fenomena kabut yang bertahan hingga siang hari juga menjadi perhatian dari sisi jarak pandang dan aktivitas masyarakat. Jika kabut disertai asap atau partikel hasil pembakaran, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut, terutama untuk memastikan apakah kualitas udara masih berada dalam kondisi aman bagi masyarakat.
Meski demikian, hingga berita ini disusun, dugaan bahwa kabut tersebut secara langsung disebabkan oleh kebakaran hutan belum dapat dipastikan. Diperlukan keterangan dan data dari instansi terkait, termasuk pihak yang memiliki kewenangan dalam pemantauan cuaca, kualitas udara, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Bagi masyarakat, kondisi tersebut menjadi pengingat untuk tetap memperhatikan perkembangan informasi resmi, terutama apabila kabut semakin tebal, muncul bau asap, atau terjadi gangguan jarak pandang. Masyarakat juga dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara dinilai mengganggu dan menggunakan pelindung pernapasan sesuai kebutuhan.
Kabut yang masih menyelimuti Kota Ambon hingga siang hari pada Selasa, 7 Oktober 2026, pada akhirnya menyisakan pertanyaan mengenai penyebabnya. Pantauan visual menunjukkan fenomena tersebut nyata terjadi di sejumlah kawasan, tetapi kepastian apakah kondisi itu berkaitan dengan kebakaran hutan masih menunggu verifikasi dan data resmi dari pihak berwenang.(Ati)

