Ambon.malukubarunews.com — Insiden antara pengawal pribadi (Walpri) Gubernur Maluku dan seorang oknum mahasiswa di kawasan Tribun Lapangan Merdeka Ambon saat upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Selasa (18/8/2026), mendapat perhatian Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Insiden tersebut terjadi seusai pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Peristiwa itu kemudian menjadi perhatian publik setelah informasi dan rekaman terkait kejadian beredar di media sosial serta diberitakan sejumlah media.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengatakan dirinya telah mengetahui perkembangan persoalan tersebut melalui pemberitaan media. Ia juga mengonfirmasi bahwa pihak Walpri telah menyampaikan permintaan maaf atas tindakan atau ucapan yang menjadi sorotan dalam insiden tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Lewerissa kepada sejumlah awak media seusai menghadiri peringatan HUT ke-81 Provinsi Maluku di Lapangan Merdeka Ambon, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, persoalan tersebut telah menjadi perhatian dan dirinya telah mengambil langkah yang dinilai perlu.
“Iya, kemarin kan saya juga sudah ikuti dari media. Terkait aturan, sudah minta maaf. Ya, biarkan, manusia bisa khilaf. Dia sudah minta maaf,” tegas Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa.
Sebelumnya, pengawal pribadi Gubernur Maluku, Serka La Rahimu, menyampaikan permohonan maaf terkait ucapan yang dilontarkan kepada oknum mahasiswa dalam insiden pengamanan kegiatan di Lapangan Merdeka Ambon. Permintaan maaf tersebut disampaikan pada 18 Agustus 2026.
Permintaan maaf itu tidak serta-merta menutup ruang bagi pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh mekanisme hukum. Menanggapi isu yang berkembang di media sosial mengenai adanya dorongan agar persoalan tersebut diproses secara hukum, Lewerissa mempersilakan langkah tersebut ditempuh sesuai ketentuan.
“Terkait yang lain-lain, teman-teman media tahulah. Saya juga sudah mengambil tindakan yang saya rasa perlu untuk saya lakukan,” ujar Lewerissa
Ketika dikonfirmasi mengenai pihak yang menginginkan proses hukum terhadap pihak yang terlibat dalam insiden tersebut, Gubernur Maluku memberikan jawaban singkat. “Silakan saja,” ucapnya Hendrik Lewerissa menjawab pertanyaan salah satu wartawan .
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Lewerissa tidak menutup kemungkinan proses hukum tetap berjalan apabila ada pihak yang memilih menempuh jalur tersebut. Di sisi lain, ia menegaskan bahwa dari sisi internal, dirinya telah mengambil tindakan yang dianggap perlu terhadap persoalan yang melibatkan Walpri.
Insiden ini kini menjadi perhatian karena berlangsung dalam rangkaian kegiatan kenegaraan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Maluku.
Pemerintah daerah diharapkan dapat memastikan pengamanan kegiatan publik tetap berjalan profesional sekaligus menghormati ruang penyampaian aspirasi masyarakat.
Dengan adanya permintaan maaf dari pihak Walpri dan pernyataan Gubernur yang mempersilakan proses hukum berjalan, penanganan insiden tersebut selanjutnya bergantung pada langkah pihak-pihak yang merasa dirugikan serta mekanisme yang ditempuh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(MB-01)

