Ambon.malukubarunews.com — Harga cabai rawit di Pasar Mardika Ambon kembali menjadi perhatian setelah tercatat sebagai komoditas dengan harga tertinggi di kelompok bumbu dapur. Berdasarkan Data Informasi Harga Pasar yang dirilis Pemerintah Kota Ambon per 17 Juni 2026, harga cabai rawit berada pada kisaran Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.
Kondisi tersebut mencerminkan masih terjadinya fluktuasi harga sejumlah kebutuhan pokok yang beredar di pasar tradisional Kota Ambon.
Pergerakan harga berbagai komoditas strategis tersebut mendorong Pemerintah Kota Ambon untuk meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan ketersediaan bahan pokok. Langkah ini dilakukan guna memastikan pasokan tetap terjaga dan harga tidak mengalami lonjakan yang dapat membebani masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pemantauan harga secara berkala sebagai upaya menjaga stabilitas pasar dan melindungi daya beli masyarakat.
“Pemantauan harga dilakukan secara rutin sebagai langkah menjaga stabilitas kebutuhan pokok serta memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pangan dengan harga yang wajar,” ungkap Wattimena di Balai Kota Ambon, Jumat (19/6).
Menurut Wattimena, pengawasan pasar akan terus diperkuat untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang meningkatnya aktivitas ekonomi maupun kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Pemerintah juga berupaya memastikan rantai distribusi berjalan lancar agar tidak terjadi gangguan pasokan yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut.
Selain cabai rawit, sejumlah komoditas bumbu dapur lainnya masih berada pada level harga yang relatif tinggi. Cabai keriting dijual dengan harga Rp70.000 hingga Rp80.000 per kilogram, bawang merah mencapai Rp70.000 per kilogram, sementara bawang putih berada pada kisaran Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Ambon, Herman Tetelepta, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan barang di tingkat distributor maupun pedagang pasar untuk menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok masyarakat.
“Pemerintah terus memantau perkembangan harga dan pasokan barang guna menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok serta mengantisipasi gejolak harga di pasaran,” tandasnya
Pada kelompok sayuran, harga tomat tercatat berkisar antara Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Sementara itu, sawi dan bayam masing-masing dijual Rp15.000 per kilogram, sedangkan kangkung berada pada rentang Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan sebagian komoditas hortikultura masih relatif stabil dibandingkan kelompok bumbu dapur.
Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras berada pada kisaran Rp13.500 hingga Rp18.000 per kilogram. Minyak goreng dijual antara Rp15.700 hingga Rp24.000 per liter, sedangkan gula pasir KBA berkisar Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram dan Gulaku mencapai Rp22.000 hingga Rp24.000 per kilogram. Stabilitas harga komoditas tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga inflasi daerah tetap terkendali.
Di sektor protein hewani, telur ayam dipasarkan dengan harga Rp28.800 hingga Rp33.600 per kilogram. Daging ayam kampung dijual Rp60.000 hingga Rp75.000 per kilogram, sedangkan ayam ras berada pada kisaran Rp44.000 hingga Rp45.000 per kilogram. Adapun harga daging sapi masih menjadi yang tertinggi di kelompok protein hewani, yakni Rp125.000 hingga Rp130.000 per kilogram.
Sektor perikanan yang menjadi salah satu penopang konsumsi masyarakat Maluku menunjukkan harga yang relatif stabil. Ikan layang dan ikan cakalang dipasarkan dengan harga Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram, sedangkan ikan tatihu dijual antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram.
Pemerintah Kota Ambon berharap stabilitas pasokan bahan pokok dapat terus terjaga sehingga fluktuasi harga tidak semakin menekan daya beli masyarakat. Selain melakukan pengawasan rutin, pemerintah juga mengimbau para pelaku usaha, distributor, dan pedagang untuk menjaga kelancaran distribusi barang guna menghindari kelangkaan yang berpotensi memicu kenaikan harga di pasar.(MB-*)

