Ambon. Malukubarunews.com — Kontestasi panas dalam Pemilihan Ketua Senat Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon tahun 2026 berakhir dengan kemenangan telak yang mengejutkan banyak pihak. Prof. Dr. Tony D. Pariela berhasil mengungguli rival kuatnya, Prof. Dr. M. J. Sapteno, dalam pemungutan suara yang berlangsung di Ruang Rapat Senat, Rabu (1/4/2026).
Pemilihan ini menjadi sorotan karena memperlihatkan dinamika politik akademik yang tajam di lingkungan kampus. Sejak awal, pertarungan antara kedua kandidat diprediksi berlangsung ketat, mengingat keduanya memiliki basis dukungan yang relatif seimbang di tubuh senat.
Namun, hasil akhir menunjukkan dominasi yang tidak terbantahkan dari Pariela.
Dukungan mayoritas anggota senat mengalir deras kepadanya, bahkan sejumlah anggota yang sebelumnya belum menentukan sikap akhirnya merapat pada detik-detik akhir pemungutan suara.
Perubahan arah dukungan tersebut menjadi faktor kunci kemenangan Pariela. Konsolidasi internal yang solid serta strategi pendekatan yang efektif disebut-sebut berhasil mengunci suara mayoritas, sekaligus mengakhiri peluang Sapteno untuk merebut kursi Ketua Senat.
“Dinamika ini menunjukkan adanya keinginan kuat dari anggota senat untuk perubahan arah kepemimpinan,” ungkap anggota senat, Rahman Latuconsina.
Kekalahan Sapteno sekaligus mematahkan berbagai prediksi yang sebelumnya menyebutkan pertarungan akan berlangsung hingga selisih tipis. Faktanya, hasil pemungutan suara justru memperlihatkan jarak dukungan yang signifikan antara kedua kandidat.
“Ini bukan sekadar kemenangan, tetapi mandat besar yang harus dijalankan dengan tanggung jawab penuh,” ujar Tony Pariela.
Kemenangan ini juga menandai pergeseran penting dalam peta kekuatan di lembaga akademik tertinggi Universitas Pattimura. Dengan posisi strategis sebagai Ketua Senat, Pariela kini memiliki peran sentral dalam menentukan arah kebijakan akademik dan tata kelola institusi ke depan.
Pengamat pendidikan tinggi di Ambon menilai, hasil ini menjadi indikator adanya perubahan preferensi di kalangan elit akademik kampus. Mereka menyoroti bahwa kemenangan telak ini tidak hanya soal figur, tetapi juga representasi dari harapan terhadap pembaruan sistem.
Meski demikian, tantangan besar telah menanti Pariela. Publik internal kampus kini menunggu realisasi janji dan arah kebijakan yang akan diambil, apakah mampu menghadirkan reformasi nyata atau justru mempertahankan pola lama yang selama ini mendapat kritik.
Pemilihan Ketua Senat UNPATTI 2026 ini pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga cermin dinamika demokrasi di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus penentu arah masa depan institusi pendidikan di Maluku.(*)

