Ambon.Malukubarunews.com — Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) bergerak cepat melakukan pemotongan dan pemangkasan pohon yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat di Jalan Pattimura, tepatnya di depan SD PDK, Senin (15/6/2026) pagi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko bencana lingkungan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Ambon dalam beberapa hari terakhir.
Pemangkasan dilakukan setelah petugas menemukan kondisi pohon yang miring dan berisiko tumbang ke badan jalan. Lokasi pohon yang berada di jalur padat kendaraan serta dekat dengan lingkungan sekolah dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi sehingga membutuhkan penanganan segera untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Apries Gaspersz, mengatakan tindakan cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam melindungi keselamatan masyarakat dari potensi bahaya yang dapat timbul akibat cuaca ekstrem.
“Pemangkasan ini merupakan langkah cepat yang kami lakukan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan akibat pohon tumbang. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, apalagi lokasi ini berada di jalur padat kendaraan dan dekat dengan lingkungan sekolah,” jelasnya
Menurutnya, kondisi cuaca yang ditandai hujan dan angin kencang meningkatkan risiko pohon tumbang, terutama pada pohon yang sudah mengalami kemiringan atau memiliki cabang yang rapuh. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang dinilai rawan untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.
Meski cuaca di lapangan saat proses pemangkasan berlangsung masih diwarnai tiupan angin kencang, tim operasional DLHP tetap menjalankan pekerjaan dengan penuh kehati-hatian. Petugas menggunakan peralatan pemotong dan gergaji mesin untuk memangkas sejumlah dahan serta bagian pohon yang dinilai berpotensi mengancam pengguna jalan.
Proses penanganan tersebut berlangsung dengan pengawasan ketat guna memastikan tidak mengganggu aktivitas lalu lintas maupun membahayakan petugas yang bekerja di lapangan. Langkah cepat ini juga merupakan bagian dari respons darurat pemerintah daerah terhadap berbagai dampak cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat.
Apries menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini mengharuskan pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana lingkungan, termasuk pohon tumbang yang dapat menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa apabila tidak segera ditangani.
Selain melakukan mitigasi langsung di lapangan, DLHP juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam upaya pencegahan. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan pohon yang terlihat miring, lapuk, memiliki cabang besar yang rawan patah, atau menunjukkan tanda-tanda berpotensi tumbang.
“Kami mengajak seluruh warga untuk segera melaporkan apabila menemukan pohon yang terlihat miring, lapuk, atau berpotensi tumbang agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas,” ujar Apries Gaspersz.
DLHP juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika melintasi kawasan yang memiliki banyak pepohonan besar pada saat hujan dan angin kencang. Kewaspadaan dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat faktor cuaca yang sulit diprediksi.
Langkah pemangkasan pohon di Jalan Pattimura menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Ambon dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat melalui pelayanan respons cepat. Di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstrem, upaya mitigasi yang dilakukan pemerintah menjadi bagian penting dalam meminimalkan risiko bencana sekaligus memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman.(MB)

