Ambon, Malukubarunews.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon terus mengintensifkan penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat yang mengalami krisis air di sejumlah wilayah kota. Hingga pertengahan Juni 2026, sebanyak kurang lebih 2.000 kepala keluarga (KK) telah menerima layanan distribusi air bersih sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga yang terdampak.
Program distribusi air bersih tersebut dilakukan berdasarkan laporan masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air di lingkungan tempat tinggal mereka. Langkah ini menjadi bagian dari respons cepat Pemerintah Kota Ambon terhadap persoalan krisis air yang masih terjadi di beberapa kawasan, terutama pada wilayah yang belum terjangkau secara optimal oleh jaringan distribusi air perpipaan.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Ambon, Frits R.M. Tatipikalawan, menyampaikan, pihaknya terus bergerak menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat yang disampaikan melalui layanan pengaduan BPBD.
“Hingga saat ini sudah sekitar 2.000 kepala keluarga yang kami layani melalui penyaluran air bersih sesuai permintaan masyarakat,” terangnya kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Senin (15/6/2026).
Menurut Tatipikalawan, mekanisme pengajuan bantuan air bersih dibuat sederhana agar masyarakat dapat dengan mudah memperoleh layanan. Warga tidak dibebankan persyaratan administratif yang rumit, melainkan cukup melaporkan kondisi krisis air yang terjadi di lingkungan mereka kepada BPBD Kota Ambon.
“Tidak ada persyaratan khusus. Yang penting masyarakat dalam satu RT memang terdampak krisis air bersih atau tidak mendapatkan pasokan air. Jika ada kondisi seperti itu, masyarakat cukup melapor dan BPBD akan langsung menindaklanjuti laporan tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, jumlah penerima manfaat terus mengalami peningkatan karena dalam setiap lokasi distribusi terdapat puluhan hingga ratusan warga yang membutuhkan pasokan air bersih. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan akses air bersih masih menjadi tantangan serius yang dihadapi sebagian masyarakat Kota Ambon.
Berdasarkan data BPBD Kota Ambon, hingga saat ini bantuan distribusi air bersih telah menjangkau sekitar 12 titik lokasi yang tersebar di berbagai wilayah kota. Dari jumlah tersebut, total penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 2.000 kepala keluarga.
“Kalau dihitung dari jumlah lokasi yang sudah terlayani, saat ini ada sekitar 12 titik dan total penerima manfaatnya mencapai kurang lebih 2.000 kepala keluarga,” jelas Tatipikalawan.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Kecamatan Sirimau menjadi wilayah dengan jumlah penerima bantuan air bersih terbanyak. Tingginya kebutuhan bantuan di kawasan tersebut disebabkan oleh keterbatasan jaringan pipa distribusi yang belum mampu menjangkau seluruh permukiman warga secara merata.
“Yang paling banyak kami layani adalah Kecamatan Sirimau karena masih ada keterbatasan jaringan pipa distribusi air sehingga sejumlah warga membutuhkan bantuan suplai air bersih dari BPBD,”
Fenomena krisis air bersih yang terjadi di sejumlah kawasan Ambon menjadi perhatian pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan air bersih tidak hanya penting untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan, sanitasi, dan aktivitas ekonomi warga sehari-hari.
Karena itu, BPBD Kota Ambon memastikan akan terus merespons setiap laporan masyarakat terkait kebutuhan air bersih. Pemerintah berharap masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air tidak ragu menyampaikan laporan melalui layanan pengaduan yang telah tersedia sehingga bantuan dapat segera disalurkan.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Ambon dalam memastikan pelayanan dasar tetap berjalan optimal di tengah berbagai tantangan infrastruktur dan distribusi air bersih yang masih dihadapi sejumlah wilayah. Dengan respons cepat dan koordinasi yang berkelanjutan, kebutuhan air bersih masyarakat diharapkan dapat terus terpenuhi sambil menunggu penguatan sistem distribusi air secara menyeluruh.(MB-01)

