Ambon,Malukubarunews.com — Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan bahwa proses seleksi Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon harus berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku, tanpa intervensi opini publik maupun dukungan kelompok tertentu.
Pernyataan tersebut disampaikan Wattimena kepada sejumlah wartawan menyusul berkembangnya dinamika dukungan terhadap sejumlah calon Sekda di ruang publik dan media sosial.
Ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka melalui proses penjaringan resmi, yang melibatkan panitia seleksi (pansel) dan asesor independen untuk menentukan kandidat terbaik.
“Calon bakal calon sudah mendaftar. Mekanisme penjaringan Sekretaris Kota Ambon ini sesuai aturan yang berlaku. Ada tahapan-tahapan yang harus diikuti, dan sampai hari ini belum ada yang bisa menjamin dirinya menjadi Sekda,” jelas Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena.
Menurutnya, proses seleksi akan menghasilkan tiga kandidat terbaik yang kemudian diserahkan kepada Wali Kota sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian untuk menentukan satu nama yang akan dilantik.
“Nanti pansel dan asesor akan memilih tiga terbaik. Tiga nama itu diserahkan kepada wali kota, dan wali kota punya cara tersendiri untuk menentukan siapa yang terbaik,” ujarnya.
Wattimena menegaskan bahwa proses penilaian terhadap tiga kandidat tersebut akan dilakukan secara objektif dan transparan, bahkan akan diperlihatkan kepada publik pada waktunya.
“Itu akan dilakukan secara terbuka di hadapan publik ketika tiga nama sudah diserahkan. Kita akan uji mereka dan lihat siapa yang paling layak,” tegasnya.
Di sisi lain, ia menyoroti munculnya fenomena dukungan terbuka terhadap kandidat tertentu yang dinilai berpotensi mencederai proses seleksi yang seharusnya profesional dan berbasis merit.
“Kalau kita lihat di media hari ini sudah mulai terjadi blok-blok dukungan. Saya mau bilang ini bukan kontestasi politik, ini jabatan karier ASN yang tidak terkait dengan dukungan,” ungkap Walikota Ambon
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan opini negatif atau informasi yang belum tentu benar, yang justru dapat merusak citra para calon pejabat yang sedang berproses.
“Saya berharap publik tetap tenang dan mengikuti mekanisme dengan baik. Mau mendukung silakan, tapi jangan menjelek-jelekkan kandidat lain di publik apalagi hanya berdasarkan asumsi,” ingat Wattimena.
Menurutnya, seluruh kandidat memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga yang dibutuhkan adalah proses seleksi yang sehat untuk menemukan figur terbaik.
“Tidak ada yang sempurna. Semua punya kelebihan dan kekurangan. Yang kita cari adalah siapa yang terbaik di antara mereka untuk menjadi Sekda Kota Ambon,” jelas Walikota lagi
Ia juga mengapresiasi tingginya perhatian publik terhadap proses seleksi tersebut, namun menegaskan bahwa profesionalitas dan etika harus tetap dijaga.
“Saya apresiasi perhatian publik yang luar biasa. Tapi saya ingatkan, ini menyangkut karier ASN. Jangan sampai asumsi yang tidak benar merusak citra mereka,” ucap Wattimena
Menutup pernyataannya, Wattimena menegaskan bahwa setiap bentuk dukungan yang berlebihan memiliki konsekuensi, dan meminta semua pihak untuk menghormati proses yang sedang berjalan.
“Biarkan mereka berkompetisi secara sehat. Kalau ada dukungan berlebihan, tentu ada risiko yang harus ditanggung masing-masing,” pungkasnya Walikota tutup (MB-01)

