Saparua.malukubarunews.com — Konsolidasi internal PDI Perjuangan di Kabupaten Maluku Tengah berlangsung di Saparua, Senin (14/9/2026). Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Maluku Tengah menggelar Pendidikan Kader dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) Gabungan sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi partai hingga tingkat akar rumput.
Kegiatan strategis tersebut dihadiri jajaran pengurus partai, kader, serta simpatisan. Ketua DPD PDI Perjuangan Maluku yang juga Ketua DPRD Maluku, Benhur G. Watubun, hadir langsung dan menyampaikan pidato serta orasi politik di hadapan peserta.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat dengan nuansa khas PDI Perjuangan. Spanduk utama bertuliskan “Pendidikan Kader & Musancab Gabungan” terpampang di ruang kegiatan dengan mencantumkan sejumlah wilayah kecamatan di bawah koordinasi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Maluku Tengah.
Identitas ideologis partai juga terlihat kuat pada panggung kegiatan. Poster Benhur Watubun berdampingan dengan figur Proklamator RI Soekarno dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Slogan partai turut menghiasi bagian bawah baliho sebagai simbol penegasan garis ideologis dan perjuangan kader.
Mengenakan kemeja merah khas partai, Benhur Watubun berdiri di podium sambil memegang mikrofon dan menyampaikan orasi politik. Kehadirannya menjadi perhatian peserta, terutama dalam konteks konsolidasi organisasi dan penguatan mesin partai di wilayah Maluku Tengah.
Pendidikan kader dan Musancab Gabungan tersebut merupakan bagian dari konsolidasi internal partai. Agenda ini diarahkan untuk memastikan struktur organisasi di tingkat kecamatan hingga ranting tetap berjalan, sekaligus meningkatkan kapasitas politik kader dalam menghadapi berbagai agenda politik dan sosial kemasyarakatan.
Namun, dinamika kegiatan tidak berhenti pada agenda organisasi. Kehadiran Benhur Watubun juga diwarnai munculnya aspirasi dari jajaran DPC, ranting dan anak ranting yang mendorong Ketua DPRD Maluku tersebut untuk maju dalam kontestasi memperebutkan posisi Maluku 1 pada pemilihan umum mendatang.
Dorongan tersebut memperlihatkan adanya aspirasi politik dari struktur bawah partai terhadap figur Benhur Watubun. Respons dan sikap peserta menjadi bagian menarik dari dinamika konsolidasi PDIP Maluku, meski keputusan terkait pencalonan tetap berada dalam mekanisme dan kewenangan internal partai sesuai aturan organisasi.
Bagi PDIP Maluku, kegiatan di Saparua menjadi momentum untuk merapatkan barisan sekaligus membaca aspirasi politik dari struktur partai di daerah. Konsolidasi semacam ini dinilai penting untuk membangun kesiapan organisasi menghadapi agenda elektoral maupun agenda sosial kemasyarakatan yang akan datang.
Dengan berlangsungnya Pendidikan Kader dan Musancab Gabungan, PDIP Maluku Tengah diharapkan semakin solid dalam menjalankan kerja-kerja organisasi. Sementara itu, munculnya dorongan agar Benhur Watubun maju sebagai calon Maluku 1 menambah warna politik dalam agenda konsolidasi partai tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian kegiatan Musancab Gabungan dan Pendidikan Kader masih berlangsung dengan tertib. Agenda tersebut sekaligus menjadi ruang konsolidasi kader untuk memperkuat struktur dan menyatukan langkah menghadapi dinamika politik Maluku ke depan.(MB-Leo)

