Jakarta.malukubarunews.com. – Any Vanath menghadiri sekaligus tampil membacakan puisi dalam peringatan Hari Puisi Indonesia 2026 yang berlangsung di Graha Utama Gedung A Lantai 3, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Minggu (27/7/2026).
Kehadirannya menjadi bagian dari representasi Provinsi Maluku dalam agenda sastra dan kebudayaan tingkat nasional.
Kegiatan yang mengusung tema “Menebalkan Makna pada Segala” tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Hari Puisi Indonesia dan dihadiri penyair, budayawan, seniman, akademisi, pejabat pemerintah, serta perwakilan diplomatik dari berbagai negara.
Momentum tersebut menjadi ruang pertemuan para pegiat sastra untuk memperkuat peran puisi sebagai bagian dari pembangunan kebudayaan nasional.
Dalam kesempatan itu, Any Vanath membacakan puisi berjudul “Cerita Buat Dien Tamaela ” yang disebut sebagai karya Chairil Anwar. Pembacaan puisi tersebut menghadirkan nuansa khas Maluku melalui penggambaran identitas, adat, serta kekayaan alam yang melekat dalam kehidupan masyarakat kepulauan.
Beberapa bait puisi yang dibacakan mengangkat simbol-simbol budaya Maluku, seperti Pattiradjawane, datu-datu, hutan pala, laut, api, dan tifa. Melalui penghayatan yang kuat, Any Vanath menyampaikan pesan tentang keberanian, jati diri, serta kecintaan terhadap tanah kelahiran.
Usai mengikuti kegiatan, Any Vanath mengunggah dokumentasi pembacaan puisi tersebut melalui akun Facebook pribadinya. Unggahan itu mendapat perhatian dan apresiasi dari para pengikutnya yang memberikan dukungan melalui tanda suka maupun komentar.
Dalam unggahan tersebut, Any Vanath juga menyampaikan harapannya agar interaksi yang terbangun melalui media sosial dapat menjadi kekuatan untuk saling mendukung dalam memajukan seni dan budaya.
“Dengan saling berinteraksi kita akan saling mendukung dan mensupport sampai tujuan berhasil,” tulis Any Vanath melalui akun Facebook pribadinya.
Partisipasi Any Vanath dalam Hari Puisi Indonesia 2026 menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan literasi dan pelestarian budaya Indonesia.
Kehadirannya juga memperlihatkan komitmen untuk membawa identitas budaya Maluku ke panggung nasional melalui karya sastra dan pembacaan puisi.
Melalui kegiatan tersebut juga Maluku kembali menunjukkan kontribusinya dalam memperkaya khazanah sastra Indonesia.
Kehadiran Any Vanath di forum nasional diharapkan dapat mendorong semakin luasnya apresiasi masyarakat terhadap sastra, budaya, dan nilai-nilai lokal yang menjadi bagian dari identitas bangsa.(MB-01)

