Ambon.malukubarunews.com – Persoalan belum diterimanya ijazah oleh sejumlah alumni SMK Kesehatan Trimurti Husada Ambon kembali menjadi perhatian publik. Sebanyak 11 alumni angkatan 2020 disebut hingga kini belum memperoleh ijazah mereka, meski telah menunggu selama enam tahun.
Informasi tersebut disampaikan Herberth Tanate melalui akun media sosial pribadinya tiga hari lalu dan dilansir media ini Jumat (10/7/2026). Dalam unggahannya, Herberth menyebut bahwa persoalan tersebut ternyata tidak hanya dialami satu orang, tetapi sedikitnya 11 alumni.
Menurut Herberth, belum diserahkannya ijazah telah berdampak langsung terhadap masa depan para alumni. Selama enam tahun terakhir mereka disebut kehilangan berbagai kesempatan, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh pekerjaan yang mensyaratkan ijazah sebagai dokumen resmi kelulusan.
“Ternyata bukan cuma satu, tetapi ada 11 alumni yang ijazahnya masih ditahan pihak SMK Kesehatan Trimurti Husada Ambon. Enam tahun menunggu, 11 anak kehilangan banyak kesempatan karena ijazah belum diberikan,” ungkap Tanate.
Herberth juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Ia menilai keterlambatan penyerahan ijazah dapat menghambat masa depan para alumni yang memiliki cita-cita mengabdi di berbagai bidang.
“Saya meminta Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon, DPRD Provinsi Maluku dan khususnya Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku agar segera melihat persoalan ini. Jangan sampai masa depan 11 anak ini terhambat karena belum menerima ijazah. Banyak di antara mereka yang ingin mendaftar menjadi anggota Polri, TNI, maupun melamar pekerjaan lainnya,” pinta Tanate.
Ijazah merupakan dokumen resmi yang menjadi bukti kelulusan peserta didik dan menjadi salah satu syarat utama dalam melanjutkan pendidikan, mengikuti seleksi calon anggota TNI maupun Polri, serta melamar pekerjaan di instansi pemerintah maupun swasta. Karena itu, keterlambatan penyerahan ijazah dinilai berpotensi merugikan hak para lulusan.
Pemerintah daerah melalui instansi terkait diharapkan segera melakukan penelusuran terhadap persoalan tersebut agar hak para alumni dapat dipenuhi. Penyelesaian yang cepat dinilai penting agar para lulusan tidak terus kehilangan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh pekerjaan akibat belum diterimanya ijazah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SMK Kesehatan Trimurti Husada Ambon terkait penyebab belum diserahkannya ijazah kepada 11 alumni tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak sekolah untuk memperoleh konfirmasi dan penjelasan sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang. ( MB-01)

