Ambon.Malukubarunews.com – Proyek strategis nasional Blok Masela yang telah menjadi harapan besar masyarakat Maluku selama puluhan tahun kini memasuki babak baru. Rencana peletakan batu pertama yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 menjadi penanda dimulainya fase penting pembangunan proyek gas abadi tersebut di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun, saat dikonfermasi media Malukubarunews.com di Karang Panjang, Kota Ambon, Jumat (5/6/2026). menyampaikan perjalanan panjang Blok Masela merupakan bukti bahwa proyek tersebut lahir dari perjuangan yang telah berlangsung lintas generasi dan kepemimpinan daerah.
Benhur menjelaskan, proses pengembangan Blok Masela bukanlah agenda yang baru muncul dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa wacana hingga perjuangan pengelolaan sumber daya alam tersebut telah berlangsung sejak era Kabupaten Maluku Tenggara sebelum pemekaran wilayah yang kemudian melahirkan Kabupaten Maluku Barat Daya dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Blok Masela ini dari 1998, sejak Haji Husen Rahayaan menjadi Bupati Maluku Tenggara. Kemudian terjadi pemekaran sampai dengan hari ini, ketika Bupati Kepulauan Tanimbar dijabat Ricky Jauwerissa. Sudah lebih dari 20 tahun proses ini berjalan.”jelasnya
Hal tersebut menurut Benhur menunjukkan bahwa proyek Blok Masela memiliki dimensi historis yang panjang sekaligus menjadi simbol perjuangan daerah dalam memperjuangkan pemanfaatan sumber daya alam bagi kesejahteraan masyarakat Maluku. Setelah melalui berbagai tahapan perencanaan, kebijakan, hingga dinamika investasi, proyek tersebut kini memasuki fase realisasi yang dinantikan publik.”ujarnya
Selain aspek pembangunan fisik, Benhur menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pelaksanaan proyek. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari investasi yang masuk, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat memperoleh manfaat dan perlindungan atas hak-haknya.”tekannya
Kapolda Maluku juga memberikan perhatian terhadap pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pengembangan Blok Masela. Pendekatan partisipatif dinilai menjadi kunci dalam mencegah munculnya konflik sosial maupun kesalahpahaman di tingkat akar rumput.
“Kita harus mengedukasi masyarakat supaya mereka juga berperan aktif. Hak-hak masyarakat harus menjadi bagian yang utuh dalam proses kita menyelesaikan setiap problema yang terjadi di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Benhur mengutip ucapan Kapolda Maluku.
Di tegaskan Benhur , pembangunan Blok Masela tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi dan investasi, tetapi juga harus menjamin keadilan sosial bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak langsung. Edukasi, komunikasi, dan transparansi menjadi instrumen penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap proyek tersebut.”tegasnya
Secara strategis, Blok Masela merupakan salah satu proyek energi terbesar di Indonesia yang diharapkan mampu meningkatkan produksi gas nasional, membuka lapangan kerja baru, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku. Kehadiran proyek ini juga diproyeksikan menjadi penggerak pembangunan infrastruktur dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia.
Dengan rencana peletakan batu pertama pada bulan ini, masyarakat Maluku kini menaruh harapan besar agar proyek yang telah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade tersebut dapat berjalan sesuai rencana, memberikan manfaat nyata bagi daerah, serta menjamin hak-hak masyarakat lokal sebagai bagian utama dari pembangunan yang berkelanjutan.(MB-01)

