Ambon.Malukubarunews.com — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Ambon sejak Jumat hingga Sabtu, 9 Mei 2026, mengakibatkan terjadinya longsor di kawasan BTN Gadihu, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Sejumlah rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat material longsor yang menerjang permukiman di kawasan perbukitan tersebut.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, turun langsung meninjau lokasi longsor pada Sabtu siang sekitar pukul 11.00 WIT. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota didampingi Sekretaris Kota Ambon Robby Sapulette bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Ambon, di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kepala Dinas Sosial Kota Ambon dan OPD lainnya .
Kehadiran orang nomor satu di Kota Ambon itu mendapat perhatian warga setempat yang rumahnya terdampak longsor. Wali Kota terlihat berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengar kondisi dan kebutuhan mendesak para korban.
Sejumlah warga juga tampak memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi lingkungan yang rawan longsor saat musim hujan.
Dalam peninjauan itu, Bodewin Wattimena menegaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon akan segera melakukan penanganan darurat sesuai mekanisme penanggulangan bencana yang berlaku di pemerintah daerah.
“kita sesuai dengan mekanisme yang berlaku di pemerintah, kalau kejadian seperti ini kita lakukan penanganan darurat jadi 14 hari bisa saja kita fasilitasi mereka dengan makan dan lain-lainnya,” ungkap Wali Kota
Menurutnya, langkah tanggap darurat menjadi prioritas utama untuk memastikan warga terdampak tetap memperoleh kebutuhan dasar selama masa penanganan awal bencana. Pemerintah Kota Ambon juga akan melakukan pendataan terhadap tingkat kerusakan rumah warga untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan bantuan rehabilitasi maupun relokasi apabila kondisi dinilai membahayakan keselamatan masyarakat.
Longsor yang terjadi di BTN Gadihu diduga dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kota Ambon dalam dua hari terakhir. Kondisi geografis kawasan perbukitan dengan struktur tanah yang labil menjadi faktor utama meningkatnya potensi longsor di sejumlah titik permukiman padat penduduk.
Selain meninjau lokasi terdampak, rombongan Pemerintah Kota Ambon juga melakukan pemantauan terhadap kondisi drainase dan kontur tanah di sekitar area longsor. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan apabila hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Warga BTN Gadihu berharap pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga melakukan langkah mitigasi jangka panjang. Masyarakat meminta adanya penguatan talud penahan tanah, perbaikan sistem drainase, serta penataan kawasan rawan bencana agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim penghujan.
Peristiwa longsor di BTN Gadihu kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian serius terhadap tata ruang wilayah dan pengelolaan kawasan rawan bencana di Kota Ambon. Dengan kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, pemerintah dan masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan guna meminimalisir risiko korban jiwa maupun kerugian material.(MB-01)

