Ambon.malukubarunews.com — Rektor Universitas Pattimura (UNPATTI) Ambon, Prof.Dr.Fredy Leiwakabessy, M.Pd menegaskan tiga fokus utama dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, yakni penguatan riset, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi lintas sektor.
Hal tersebut disampaikan Fredy Leiwakabessy kepada wartawan usai memimpin upacara Hardiknas di Lapangan UNPATTI Ambon, Sabtu (2/5/2026).
Ia menekankan bahwa tema besar Hardiknas tahun ini adalah memperkuat partisipasi semesta guna menghadirkan pendidikan bermutu untuk semua.
“Tema besar dari Hari Pendidikan Nasional adalah menguatkan partisipasi semesta, menunjukkan bahwa pendidikan bermutu harus dapat diakses oleh semua,”sebut Fredy Leiwakabessy.
Menurutnya, fokus pertama adalah bagaimana pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dalam hal ini, riset menjadi elemen kunci dalam meningkatkan kapasitas perguruan tinggi.
“Riset tidak hanya menghasilkan paper atau artikel, tetapi harus berdampak bagi industri, pemecahan masalah, bahkan mampu melahirkan peraih Nobel dari Indonesia,” ujar Fredy Leiwakabessy.
Fokus kedua, lanjutnya, adalah pada aspek pendidikan dan pengajaran. Ia menilai ruang-ruang belajar di perguruan tinggi harus mampu melahirkan gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Ruang belajar harus menjadi tempat lahirnya inovasi yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” utar Fredy Leiwakabessy.
Sementara itu, fokus ketiga adalah pengabdian kepada masyarakat yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, industri, hingga media.
“Kolaborasi menjadi kunci agar apa yang dikerjakan perguruan tinggi benar-benar menjawab persoalan bangsa,” ujar Fredy Leiwakabessy.
Ia juga menyoroti dinamika global, termasuk perubahan ekonomi dan geopolitik dunia, yang berdampak langsung pada sektor pendidikan. Dalam konteks ini, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pusat akademik, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi baru.
Lebih jauh, Fredy menegaskan pentingnya transformasi digital di lingkungan kampus. UNPATTI, kata dia, telah mengembangkan sistem terintegrasi berbasis teknologi informasi dalam berbagai aspek, mulai dari administrasi hingga sistem akademik.
“Transformasi digital menjadi kebutuhan mutlak untuk menciptakan tata kelola perguruan tinggi yang modern dan efisien,” tegasnya
Dari sisi inklusivitas, UNPATTI tetap berkomitmen menjaga akses pendidikan bagi semua kalangan, termasuk kelompok disabilitas. Selain itu, kampus juga memastikan lingkungan akademik yang aman dari segala bentuk kekerasan.
“Kami membuka akses seluas-luasnya bagi semua kalangan dan menjaga kampus sebagai ruang belajar yang aman dan inklusif,” jelas Fredy Leiwakabessy.
Ia menambahkan, biaya pendidikan di UNPATTI hingga kini tetap terjangkau tanpa kenaikan, sebagai bentuk komitmen terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi di Maluku.
Dengan berbagai langkah tersebut, UNPATTI Ambon menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.(MB-01)

