Ambon , Malukubarunews.com — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan pentingnya peran strategis lulusan perguruan tinggi dalam mendorong transformasi pembangunan daerah saat menghadiri wisuda sarjana Universitas Muhammadiyah Maluku (UMMU) Tahun 2026, Kamis (30/4/2026), di Aula Kantor LLDIKTI Wilayah XII Ambon. Momentum ini menjadi wisuda perdana UMM sekaligus tonggak sejarah lahirnya generasi sarjana baru di Provinsi Maluku.
Dalam sambutannya, gubernur menilai keberhasilan penyelenggaraan wisuda tersebut sebagai bukti nyata komitmen dunia pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia unggul.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh civitas akademika UMMU serta orang tua mahasiswa yang telah berperan dalam mendukung proses pendidikan.
“Keberhasilan ini adalah bukti nyata komitmen dalam memajukan dunia pendidikan di Provinsi Maluku. Ini merupakan tonggak sejarah lahirnya generasi sarjana pertama dari kampus ini,” ungkap Lewerissa.
Gubernur menegaskan bahwa Maluku saat ini berada dalam fase penting transformasi sebagai provinsi kepulauan yang maju, terhubung, dan berdaya saing global. Oleh karena itu, lulusan perguruan tinggi diharapkan mampu berkontribusi aktif dalam berbagai sektor pembangunan, termasuk proyek strategis nasional.
Salah satu peluang besar yang disoroti adalah pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang dalam waktu dekat akan memasuki tahap pembangunan. Proyek ini diproyeksikan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi pendorong ketahanan energi nasional.
“Pengembangan Blok Masela akan menyerap tenaga kerja hingga 15.000 orang. Saya tidak ingin putra-putri Maluku hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” tegasnya.
Selain sektor energi, gubernur juga menyoroti pentingnya penguatan konektivitas antar pulau, mengingat karakteristik Maluku sebagai daerah kepulauan. Ia mendorong lulusan untuk memiliki kemampuan adaptif, kreatif, dan kepemimpinan dalam menghadapi dinamika global.
Dalam konteks kebijakan nasional, Gubernur Maluku turut menyinggung perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan yang saat ini tengah didorong oleh pemerintah pusat bersama DPR RI dan DPD RI. Ia optimistis regulasi tersebut akan memberikan perlakuan khusus bagi daerah kepulauan.
“Kita menunggu pembahasan RUU Daerah Kepulauan yang diharapkan menjadi prioritas nasional. Ini penting karena karakteristik geografis kita berbeda,” ujarnya.
Di sektor ekonomi, gubernur mengungkapkan upaya pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa dan pala di Maluku Tengah. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah dan memutus ketergantungan pada penjualan bahan mentah.
Ia juga menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi Maluku, seperti kemiskinan, pengangguran, dan stunting, meskipun daerah ini kaya akan sumber daya alam. Kondisi tersebut disebut sebagai paradoks yang harus segera diatasi melalui pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, pemerintah provinsi tengah merencanakan pembangunan Maluku Integrated Port sebagai pusat logistik kawasan Indonesia Timur dan Pasifik Barat. Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru.
“Ini adalah mimpi besar kami untuk menjadikan Maluku sebagai pusat logistik dan ekonomi baru. Kami yakin ini bisa terwujud dengan kerja bersama,” lanjut Hendrik Lewerissa.
Menutup sambutannya, gubernur memberikan pesan kepada para wisudawan agar tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan global dan terus berkontribusi bagi daerah.
“Kalian telah melewati satu tahap penting. Jangan berhenti, teruslah berkarya dan ambil peran dalam membangun Maluku,” pungkas Gubernur tutup (MB-01)

