Ambon.malukubarunews.com – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus memperkuat tata kelola data digital dengan menggelar Workshop Ujicoba Interoperabilitas Lawamena Satu Data Maluku dengan Pelita SPDN. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 April 2026 ini dilaksanakan di Swiss-Belhotel Ambon dan dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku, Titus F. L. Renwarin, Rabu (15/04/2026).
Workshop ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kominfo Provinsi Maluku dan program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) Maluku. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan integrasi sistem data sektoral melalui platform Lawamena Satu Data Maluku yang terhubung dengan Pelita SPDN.
Dalam sambutannya mewakili Gubernur Maluku, Titus F. L. Renwarin menegaskan bahwa dukungan SKALA telah memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran berbagai proses digitalisasi data di daerah.
“Berkat dukungan SKALA, berbagai proses yang kita jalankan bisa berjalan dengan sangat baik. Kami sangat merasakan bahwa dengan kolaborasi ini, semua bisa berjalan dengan lebih lancar,” ungkap
Ia menekankan bahwa interoperabilitas bukan sekadar keterhubungan antar sistem, melainkan bagaimana data tersebut dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mendukung pengambilan kebijakan yang tepat.
“Ini bukan sekadar keterhubungan sistem, tetapi bagaimana data dapat dimanfaatkan secara luas dan memberikan kemudahan bagi masyarakat serta pemangku kepentingan,” tekan Renwarin.
Dalam konteks pengelolaan data, Renwarin menyoroti peran strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Kominfo sebagai walidata. Kedua institusi tersebut memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kualitas, konsistensi, dan ketersediaan data sektoral di seluruh wilayah Maluku.
“Dalam konteks penyiapan data, peran Bappeda dan Kominfo sangatlah penting. Kominfo sebagai walidata memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan kualitas dan ketersediaan data,” jelas Renwarin.
Pemerintah Provinsi Maluku menargetkan kesiapan data sektoral dapat mencapai 100 persen pada pertengahan April 2026, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Target ini menjadi indikator kesiapan implementasi penuh sistem Lawamena Satu Data Maluku sebagai pusat integrasi data daerah.
Selain itu, proses integrasi data juga difokuskan pada pemetaan jenis data yang akan dihubungkan dengan portal utama. Hal ini penting untuk memastikan sinkronisasi data berjalan optimal serta mendukung keterbukaan informasi publik.
“Kita perlu memastikan data apa saja yang akan diintegrasikan, serta bagaimana integrasinya dengan portal Satu Data Maluku yang kita kenal sebagai Lawamena Satu Data Maluku,” ujar Renwarin.
Sebagai bagian dari uji kesiapan sistem, Pemerintah Provinsi Maluku juga merencanakan demonstrasi langsung di hadapan Gubernur Maluku. Demonstrasi ini akan dilakukan termasuk melalui perangkat pribadi untuk memastikan sistem interoperabilitas berjalan optimal dan responsif.
“Harapan kita, pada saat peluncuran nanti, portal ini benar-benar siap dan dapat menunjukkan kualitas yang baik kepada publik,” harap Renwarin.
Workshop ini turut dihadiri oleh perwakilan Bappeda Provinsi Maluku, pejabat lingkup Dinas Kominfo Provinsi Maluku, serta sejumlah tenaga ahli dari program SKALA, di antaranya Indradi Widyanto selaku Data & Analytic Manager SKALA Pusat, Widya Setyanto dan Suryo Adhy Chandra sebagai tenaga ahli SKALA Pusat, serta tim ahli SKALA Maluku dan peserta workshop lainnya.
Menutup kegiatan, Renwarin berharap workshop ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan guna mewujudkan tata kelola data yang terintegrasi, akurat, dan dapat diakses secara luas demi mendukung pembangunan daerah berbasis data di Maluku.(MB-*)

