Ambon.malukubarunews.com – Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon resmi melepas 147 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 yang akan berlangsung selama satu bulan di 10 lokasi pelayanan masyarakat di Kota Ambon. KKN tahun ini mengusung tema “Inovasi Kreatif 2026: Digitalisasi Pariwisata, Edukasi Berbasis Teknologi, dan Rajutan Harmoni Budaya Religius” sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Pelepasan mahasiswa berlangsung di Auditorium IAKN Ambon, Selasa (14/7), dan dihadiri Wakil Wali Kota Ambon Ely Toisutta, pimpinan IAKN Ambon, dosen pembimbing, serta para mahasiswa peserta KKN. Sebanyak 147 mahasiswa akan menjalankan pengabdian di 10 jemaat yang tersebar di Kecamatan Nusaniwe, Teluk Ambon, dan Leitimur Selatan, meliputi Jemaat Amahusu, Eri, Airlouw, Latuhalat, Poka, Rumah Tiga, Hukurila, Kilang, dan Ema.
Ketua Panitia KKN IAKN Ambon, Flora Maunari, menjelaskan pelaksanaan KKN tahun ini dirancang menggunakan metode klasterisasi wilayah kerja yang disesuaikan dengan kompetensi tujuh program studi, yakni Sistem Informasi, Musik Gereja, Pariwisata Budaya dan Agama, Teologi,
Agama dan Budaya, Ilmu Komunikasi, serta Teknologi Pendidikan. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang lebih terarah dan menjawab kebutuhan masyarakat di setiap lokasi pengabdian.
“KKN bukan sekadar tugas akademik, tetapi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar melayani, berkolaborasi, hidup bersama masyarakat, serta mengimplementasikan nilai-nilai luhur yang telah dipelajari di kampus,”ungkapnya
Flora mengatakan, menerapkan ilmu pengetahuan untuk pemberdayaan masyarakat, memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, dan gereja, sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang memiliki jiwa pelayanan, menghargai keberagaman budaya, serta mampu menghasilkan program kerja yang berkelanjutan. Seluruh kegiatan KKN didanai melalui DIPA IAKN Ambon dan telah diawali dengan koordinasi bersama pemerintah maupun gereja, termasuk pembekalan kepada seluruh peserta.
“Kami berharap kegiatan KKN selama satu bulan dapat berjalan lancar, melahirkan karya nyata, sekaligus menjadi pengalaman berharga yang membentuk mahasiswa menjadi pemimpin yang peduli, tangguh, dan berjiwa sosial,” ucapnya
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisutta, memberikan apresiasi atas konsistensi IAKN Ambon dalam menyelenggarakan KKN sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, tema KKN tahun ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Ambon yang terus mendorong transformasi digital tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya, toleransi, dan persaudaraan yang telah menjadi identitas daerah.
“Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang membantu masyarakat memanfaatkan teknologi secara bijaksana, baik untuk promosi potensi wisata, peningkatan literasi digital,pengembangan UMKM, maupun peningkatan pelayanan dan pendidikan,”ungkapnya
Ely menilai Kota Ambon memiliki kekayaan alam, sejarah, budaya, dan destinasi wisata yang memerlukan dukungan promosi berbasis digital agar semakin dikenal secara nasional maupun internasional. Karena itu, mahasiswa didorong berperan aktif membantu desa, negeri, dan kelurahan dalam menyusun konten kreatif, memetakan destinasi wisata, memperkuat identitas daerah, hingga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan teknologi informasi.
“Kehadiran mahasiswa harus menjadi kesempatan untuk belajar dari masyarakat. Bangun komunikasi yang baik, hormati adat istiadat setempat, dan tinggalkan karya yang memberikan manfaat berkelanjutan,”
Sementara itu, Wakil Rektor IAKN Ambon, Herly J. Lesilolo, menegaskan KKN bukan hanya memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan mahasiswa menghadapi persoalan riil di tengah masyarakat. Melalui kolaborasi multidisiplin dari tujuh program studi, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata mulai dari digitalisasi administrasi desa, pengembangan pariwisata, pelestarian budaya, penguatan komunikasi publik, pembinaan musik gereja, hingga peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi.
“Kami berharap kehadiran 147 mahasiswa tidak hanya menghasilkan laporan akademik, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah, gereja, dan masyarakat, serta membentuk lulusan yang profesional, inovatif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,”harapnya
Program KKN IAKN Ambon Tahun 2026 diharapkan menjadi model pengabdian berbasis inovasi yang mampu memperkuat sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, gereja, dan masyarakat. Melalui pemanfaatan teknologi, pengembangan potensi lokal, serta penguatan harmoni budaya religius, mahasiswa diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil akademik, tetapi juga menghadirkan dampak nyata yang berkelanjutan bagi pembangunan masyarakat Kota Ambon.(MB)

