Kalteng.malukubarunews.com.– Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menghadiri acara Peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dalam sebuah kegiatan nasional yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/01/2026). Peresmian ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan disaksikan oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, para kepala daerah, pimpinan lembaga, serta guru dan siswa Sekolah Rakyat. Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah terpadu berasrama yang dilengkapi dengan fasilitas pendidikan memadai, pemenuhan kebutuhan gizi, serta penguatan pendidikan karakter dan kompetensi siswa.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak boleh semata-mata berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi harus disertai dengan pemerataan yang benar-benar dirasakan oleh rakyat, khususnya kelompok paling bawah.
“Pertumbuhan harus disertai oleh pemerataan. Suatu sistem yang tidak cepat mengupayakan pemerataan, sistem itu kurang bermanfaat bagi sebuah bangsa,” tegas Presiden.
Presiden juga menekankan bahwa tujuan utama bernegara, sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, adalah menghadirkan kesejahteraan dan perlindungan bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Tujuan kita merdeka adalah untuk membawa kesejahteraan, kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Menurut Presiden, kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk nyata keberpihakan negara terhadap anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan akibat kondisi ekonomi keluarga.
“Kita bikin sekolah yang terbaik, sekolah berasrama untuk mereka-mereka yang mungkin tidak punya harapan, mereka yang dari keluarga yang kondisinya tertinggal,” ungkapnya.
Presiden Prabowo juga menyampaikan pesan khusus kepada para siswa Sekolah Rakyat agar tidak merasa rendah diri dengan latar belakang keluarga mereka.
“Anak-anakku, jangan kau kecil hati, jangan kau malu orang tuamu hanya buruh, petani miskin, atau pemulung. Mereka mulia, mereka bekerja keras dengan keringat yang halal untuk masa depanmu,” pesan Presiden.
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa pendidikan merupakan sarana paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun masa depan bangsa.
“Pendidikan adalah sarana yang paling benar untuk menghilangkan kemiskinan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengungkapkan target pemerintah untuk membangun 500 Sekolah Rakyat hingga tahun 2029, dengan sasaran akhir menjangkau hingga 500 ribu murid di seluruh Indonesia.
“Hari ini kita berhasil meresmikan 166 Sekolah Rakyat. Sasaran kita adalah 500 Sekolah Rakyat sampai tahun 2029, Insya Allah akan tercapai,” ujarnya.
Presiden menutup pidatonya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus bersatu dan bekerja sama dalam menghapus kemiskinan dan kelaparan melalui penguatan sektor pendidikan nasional.(*)

