Ambon.malukubarunews.com — Abdullah Vanath resmi memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Provinsi Maluku periode 2026–2029. Pelantikan berlangsung di kawasan Pantai Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Minggu, 27 September 2026, dalam rangkaian Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) II Partai NasDem Maluku. Pelantikan dilakukan Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa.
Pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi.
Momentum itu sekaligus menjadi awal konsolidasi baru NasDem Maluku di bawah Vanath, yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku. Dalam agenda yang sama, turut dilantik kepengurusan Garnita Malahayati serta organisasi sayap Petani dan Nelayan NasDem Maluku.
Vanath membawa latar belakang politik yang panjang. Ia pernah menjabat Bupati Seram Bagian Timur selama dua periode dan sebelumnya pernah memimpin Partai Demokrat Maluku. Ia juga pernah mengikuti kontestasi pemilihan gubernur Maluku pada 2013 dan 2018 sebelum kemudian maju sebagai calon wakil gubernur pada Pilkada 2024.
Di luar panggung politik, Vanath dikenal pernah menjalani kehidupan sebagai petani pala. Setelah meninggalkan arena politik, aktivitasnya di perkebunan pala sempat menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya. Laporan media pada 2019 mencatat Vanath mengembangkan perkebunan pala di sejumlah lokasi di Seram Bagian Timur, sementara pada 2021 ia kembali diberitakan aktif mengelola kebun dan melakukan panen pala.
Pengalaman tersebut kemudian ia kaitkan dengan keputusan kembali ke politik. Dalam pidatonya setelah pelantikan, Vanath mengungkapkan bahwa dirinya sempat memutuskan tidak lagi memimpin dan bergabung dengan partai politik mana pun. Namun, dinamika menjelang Pilkada 2024 mengubah keputusan tersebut. Ia menyebut hasil survei saat itu menempatkan namanya dalam tiga besar figur yang diperhitungkan dalam kontestasi politik Maluku.
Pernyataan mengenai hasil survei tersebut merupakan klaim Vanath sebagaimana diberitakan media lokal.
“Dengan membaca hasil survei itu, teman-teman seperjuangan di 11 kabupaten/kota meminta saya untuk tidak berhenti berkiprah di panggung politik. Dan keputusannya, saya harus masuk ke partai sebagai alat untuk meneruskan perjuangan kita di tahun-tahun sebelumnya,” beber Abdullah Vanath.
Setelah resmi menjadi bagian dari NasDem, Vanath kini mendapatkan mandat untuk mengonsolidasikan organisasi partai di seluruh Maluku. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan tersebut tidak dimulai dari kondisi tanpa struktur. Menurutnya, mesin organisasi NasDem telah berjalan dan tinggal diperkuat di berbagai tingkatan, termasuk sampai ke desa.
“Saya tidak sedang berada di ruang kosong. Saya mengambil tanggung jawab partai ini dengan mesin partainya yang sudah bergerak,” tegasnya
Pilihan Pantai Liang sebagai lokasi pelantikan juga memiliki pesan politik dan sosial. Vanath menyatakan kegiatan partai tidak seharusnya hanya berlangsung di ruang-ruang formal, tetapi harus bersentuhan langsung dengan masyarakat. Ia meminta pola tersebut diterapkan dalam konsolidasi NasDem di 11 kabupaten/kota se-Maluku, termasuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat desa.
“Alasan yang pertama adalah mendekatkan Partai NasDem dengan masyarakat,” cetusnya
Ia juga mengajak kader dan anggota legislatif NasDem memanfaatkan kegiatan partai untuk memberikan dampak ekonomi kepada pelaku usaha lokal di sekitar lokasi kegiatan.
Dari sisi target organisasi, pekerjaan Vanath tidak ringan. Saan Mustopa menyampaikan pesan DPP agar kepengurusan baru memperkuat soliditas dan konsolidasi. NasDem Maluku juga dituntut mempertahankan capaian politik yang telah diperoleh sekaligus mengembalikan satu kursi DPR RI yang hilang pada Pemilu 2024.
Data yang disampaikan Saan menyebut NasDem berada di posisi kedua di Maluku setelah Pemilu 2024 dan memiliki sejumlah posisi pimpinan legislatif di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Ke depan, kehadiran Kakak Vanath harus mampu membangun kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah, partai politik sahabat, serta seluruh kekuatan masyarakat yang ada di Maluku untuk bersama-sama membawa Maluku menjadi lebih baik,” terang Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Saan Mustopa.
Dengan mandat periode 2026–2029 tersebut, Abdullah Vanath kini berada di persimpangan antara tanggung jawab pemerintahan sebagai Wakil Gubernur Maluku dan tugas politik sebagai Ketua DPW NasDem Maluku. Sejumlah pemberitaan setelah pelantikan mengaitkan posisi baru itu dengan kemungkinan langkah politik pada Pilkada 2029. Namun, hingga saat ini Vanath belum secara resmi mendeklarasikan pencalonan sebagai gubernur Maluku untuk kontestasi tersebut.(MB-01)

