Ambon.malukubarunews.com – Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat langkah pencegahan terhadap aksi bunuh diri yang kerap terjadi di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP). Salah satu upaya strategis yang kini didorong adalah penguatan sistem pengawasan terpadu berbasis teknologi melalui pemasangan CCTV canggih di sepanjang kawasan jembatan.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, menegaskan pengawasan terpadu menjadi kebutuhan mendesak guna meminimalisasi potensi terjadinya aksi bunuh diri di salah satu ikon infrastruktur Kota Ambon tersebut.
“Penguatan sistem pengawasan terpadu menjadi langkah strategis untuk mencegah terjadinya aksi bunuh diri yang sering terjadi di kawasan Jembatan Merah Putih,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, di Ambon, Rabu (20/5/2026).
Menurut Ronald, Pemerintah Kota Ambon saat ini terus membangun komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait agar pengawasan di kawasan JMP dapat dilakukan secara maksimal, cepat, dan responsif. Koordinasi tersebut melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga instansi teknis yang memiliki kewenangan di kawasan jembatan.
Salah satu langkah konkret yang tengah didorong yakni optimalisasi sistem CCTV di sepanjang kawasan JMP yang nantinya diharapkan terhubung langsung dengan pusat pemantauan pemerintah daerah. Sistem tersebut dinilai akan mempermudah proses pengawasan sekaligus mempercepat penanganan ketika ditemukan situasi darurat.
“Pemanfaatan teknologi menjadi bagian krusial dalam sistem pencegahan dini yang efektif,” ujar Ronald.
Ia menjelaskan, sistem CCTV yang dirancang ke depan diharapkan berbasis teknologi pintar atau artificial intelligence (AI) sehingga mampu mendeteksi gerakan maupun aktivitas mencurigakan secara otomatis. Teknologi tersebut dapat mengenali seseorang yang berdiri terlalu lama di tepi jembatan atau menunjukkan perilaku berisiko yang mengancam keselamatan diri.
“Sistem canggih tersebut nantinya dirancang agar dapat langsung memberikan peringatan cepat kepada petugas yang bertugas sehingga respons penanganan di lapangan bisa dilakukan sesegera mungkin saat terdeteksi adanya situasi darurat,” jelas Ronald.
Selain penguatan teknologi pengawasan, Pemkot Ambon juga terus berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) terkait akses dan pengelolaan perangkat CCTV di kawasan strategis tersebut. Mengingat Jembatan Merah Putih merupakan aset di bawah kewenangan pemerintah pusat, koordinasi lintas instansi dinilai penting untuk menghadirkan sistem pengawasan yang terintegrasi.
“Karena JMP merupakan kewenangan BPJN, maka koordinasi ini penting agar pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dapat melakukan pengawasan secara langsung, terpadu, dan sinkron,”jelasnya
Ronald turut memberikan apresiasi kepada aparat TNI, Polri, serta masyarakat yang selama ini beberapa kali berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri di kawasan JMP. Menurutnya, kepedulian masyarakat menjadi faktor penting dalam upaya penyelamatan jiwa.
“Saya mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor kepada pihak berwenang apabila melihat warga dengan kondisi emosional yang tidak stabil atau menunjukkan perilaku mencurigakan saat berada di sekitar jembatan,” himbaunya
Ia menambahkan, persoalan bunuh diri tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan pengamanan fisik semata. Dukungan keluarga, lingkungan sosial, tokoh agama, tokoh pemuda, serta pendampingan psikologis dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem pencegahan yang menyeluruh.
Untuk itu, Pemkot Ambon berharap keterlibatan aktif masyarakat, dukungan teknologi pengawasan yang memadai, serta penguatan layanan pendampingan psikologis dapat berjalan secara sinergis guna menekan dan mencegah fenomena percobaan bunuh diri di kawasan Jembatan Merah Putih secara maksimal.(MB-*)

