Malteng.malukubarunews.com — Polsek Leihitu membagikan 250 masker secara gratis kepada masyarakat dan buruh yang beraktivitas di Pelabuhan Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Rabu (14/10/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepolisian terhadap kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap akibat kebakaran.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 11.05 WIT itu dipimpin Kapolsek Leihitu IPTU Chalid Waliulu, didampingi Wakapolsek Leihitu IPDA J.A. Darmapan, para kepala unit (Kanit), serta personel Polsek Leihitu. Sebanyak lima dos atau total 250 lembar masker disiapkan untuk dibagikan kepada masyarakat dan para buruh di kawasan pelabuhan.
Berdasarkan laporan Kapolsek Leihitu kepada Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, personel kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 11.10 WIT. Setibanya di Pelabuhan Hitu, mereka langsung melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas, termasuk para buruh pelabuhan.
Pembagian masker tersebut difokuskan kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara terdampak kabut asap. Paparan asap kebakaran dapat mengandung partikel halus dan zat iritan yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama pada sistem pernapasan.
Penggunaan masker yang sesuai menjadi salah satu langkah perlindungan, meskipun tingkat perlindungannya bergantung pada jenis masker dan kondisi paparan.
Selain membagikan masker, personel Polsek Leihitu juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi lingkungan dan mengurangi paparan asap untuk menekan risiko gangguan kesehatan.
Personel kepolisian juga mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang dapat memengaruhi kesehatan dan keselamatan. Imbauan tersebut menjadi bagian dari kegiatan edukasi langsung kepada masyarakat agar perlindungan diri tetap menjadi perhatian selama kondisi lingkungan kurang baik.
Kehadiran Kapolsek Leihitu bersama jajaran di Pelabuhan Hitu menunjukkan keterlibatan kepolisian dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, tidak hanya melalui tugas pengamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan penyampaian imbauan keselamatan. Kawasan pelabuhan menjadi salah satu titik penting karena aktivitas bongkar muat, pekerjaan buruh, dan mobilitas masyarakat berlangsung di ruang terbuka.
Rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 11.50 WIT. Dalam laporan yang disampaikan kepada pimpinan, situasi selama kegiatan berlangsung disebut aman, tertib, dan lancar. Namun, laporan tersebut belum merinci jumlah penerima masker secara individual, jenis masker yang dibagikan, maupun hasil pemeriksaan kualitas udara di sekitar Pelabuhan Hitu.
Di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap, pembagian masker perlu diikuti dengan langkah pencegahan yang sesuai dengan tingkat paparan. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas berat di luar ruangan ketika asap pekat, menutup akses masuk asap ke dalam ruangan jika memungkinkan, serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara dan arahan petugas kesehatan. Masker kain atau masker medis biasa tidak memberikan perlindungan optimal terhadap seluruh partikel halus dalam asap; respirator yang sesuai, seperti N95 yang terpasang rapat, dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikel.
Kegiatan pembagian 250 masker oleh Polsek Leihitu ini menjadi langkah pelayanan langsung bagi masyarakat dan buruh di Pelabuhan Hitu. Untuk memperkuat upaya perlindungan masyarakat, informasi mengenai sumber kebakaran, luas wilayah terdampak, tingkat kualitas udara, dan perkembangan penanganan kebakaran masih diperlukan. Data tersebut penting agar masyarakat dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai situasi kabut asap dan langkah pencegahan yang perlu dilakukan.(MB-01)

