Ambon.Malukubarunews.com — Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan komitmen kuat Pemerintah Kota Ambon dalam mempercepat penurunan angka stunting sebagai bagian dari prioritas pembangunan sumber daya manusia. Hal ini disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Ambon Tahun 2027 yang berlangsung di Hotel Kamari lantai 7 , Kamis (9/4/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIT tersebut dihadiri pimpinan daerah, Sekretaris Kota Ambon, kepala OPD, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya yang terlibat dalam perencanaan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Wattimena menekankan bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang harus dipenuhi secara adil dan tanpa diskriminasi, sekaligus menjadi fondasi utama pembangunan berkelanjutan.
“Kesehatan bukan sekadar isu pelayanan, tetapi merupakan hak asasi manusia dan pondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas,” ungkap Wattimena.
Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi berdampak serius terhadap kecerdasan, kerentanan penyakit, hingga produktivitas di masa depan yang pada akhirnya mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan.
“Ini bukan hanya urusan tinggi badan, tetapi menyangkut masa depan anak, termasuk kemampuan berpikir dan risiko penyakit kronis,” jelas Wattimena.
Berdasarkan data yang dipaparkan, angka stunting di Kota Ambon menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, yakni 21,8 persen pada 2021, 21,1 persen pada 2022, 20,7 persen pada 2023, dan 19,7 persen pada 2024.
Untuk tahun 2025, tercatat sebanyak 279 kasus stunting dari 17.450 balita yang diukur, dengan prevalensi 1,60 persen. Sementara pada awal 2026, angka tersebut kembali menurun menjadi 271 kasus atau 1,58 persen.
Wattimena mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor yang dinilai efektif.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkolaborasi dalam percepatan penurunan stunting di Kota Ambon,” ucap Wattimena.
Ia menegaskan bahwa target penurunan stunting telah ditetapkan dalam dokumen pembangunan jangka menengah daerah, dengan penurunan sebesar 3 persen setiap tahun hingga mencapai 5,7 persen pada 2030.
“Target kita jelas, penurunan harus konsisten setiap tahun agar pada 2030 bisa mencapai 5,7 persen,”jelas Wattimena.lagi
Meski demikian, ia mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah keterbatasan anggaran di tengah tuntutan pembangunan yang semakin kompleks. Namun demikian, pemerintah tetap dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menjalankan program.
“Kita menghadapi keterbatasan anggaran, tetapi tidak boleh kehilangan cara untuk memastikan program ini berjalan dengan baik .jelas Wattimena lagi
Selain itu, ia menekankan pentingnya sistem pendataan yang akurat dan terukur untuk memantau perkembangan anak-anak yang mengalami stunting, sehingga intervensi yang dilakukan dapat dievaluasi secara konkret.
“Kita harus punya data yang jelas, mulai dari tinggi badan, berat badan, hingga perkembangan setelah intervensi, agar hasilnya terukur,” tekannya
Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemerintah Kota Ambon berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memahami peran masing-masing dan bekerja secara terintegrasi guna memastikan program penurunan stunting berjalan efektif dan berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan produktif, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan Kota Ambon di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.(MB-01)

