Kapolda Maluku dan Ketua MUI Sepakat Perkuat Sinergi Cegah Konflik Sosial di Maluku

oleh -17 Dilihat

Ambon.malukubarunews.com — Dalam upaya memperkuat ketahanan sosial dan stabilitas keamanan di Maluku, Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.Si melaksanakan silaturahmi dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Prof. Dr. Abdullah Latuapo, M.Pd.I, pada Kamis (28/8/2024).

Pertemuan yang digelar di Kantor MUI Provinsi Maluku, Kota Ambon, berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kemitraan strategis antara aparat penegak hukum dan tokoh agama dalam menjaga harmoni dan ketertiban sosial.

Dalam sambutannya, Prof. Abdullah Latuapo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Kapolda Maluku beserta jajaran. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara MUI dan Polda dalam menghadapi isu-isu keagamaan dan sosial yang berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Kami berharap Polda Maluku terus bersama-sama MUI dalam melakukan pembinaan masyarakat, menggunakan pendekatan agama, kultur, serta melibatkan tokoh akademisi demi meminimalisir isu-isu sensitif yang dapat merusak persatuan,” kata Ketua MUI Maluku, Abdullah Latuapo.

Lebih lanjut, MUI juga menekankan perlunya memperkuat langkah persuasif dan kolaboratif dalam menangani potensi konflik, serta membangun narasi damai yang mencerminkan semangat kebersamaan dan persaudaraan lintas agama dan suku.

Menanggapi hal itu, Kapolda Maluku Irjen Dadang Hartanto mengungkapkan komitmen Polri untuk terus menjalin kemitraan dengan MUI dalam menjaga stabilitas keamanan. Ia menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektoral dalam menangani persoalan sosial di Maluku, termasuk konflik antar kelompok dan intoleransi.

Saya mencintai Maluku meski bukan putra daerah. Maluku punya potensi besar, tapi semua itu tidak akan maksimal tanpa rasa aman dan kedamaian. Dan itu hanya bisa dicapai jika semua pihak, termasuk tokoh agama, bersatu menjaga harmoni,” ujar Kapolda Dadang.

Ia menambahkan, peran tokoh agama sangat penting dalam meredam emosi sosial dan menanamkan nilai toleransi di tengah masyarakat yang majemuk. Terlebih, tantangan keamanan saat ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikis dan digital.

Kami siap membuka ruang kolaborasi dengan MUI dan seluruh elemen masyarakat. Komunikasi, koordinasi, dan kerja sama adalah fondasi utama dalam membangun Maluku yang damai dan sejahtera,” tambahnya.

Kapolda juga menyinggung maraknya konflik pelajar, kekerasan rumah tangga, serta penyalahgunaan media sosial yang menjadi tantangan baru di lapangan. Untuk itu, Polda Maluku mendorong penyuluhan lintas agama dan kampanye toleransi sebagai bentuk pencegahan.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakapolda Maluku Brigjen Pol. Imam Thobroni, para direktur utama Polda Maluku, serta jajaran MUI Provinsi Maluku. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan kesepakatan informal untuk melanjutkan koordinasi berkala dalam mencegah dan menangani potensi konflik keagamaan dan sosial di Maluku.(MB-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.