Ambon.malukubarunews.com – Anggota DPRD Provinsi Maluku, Anos Jeremias, mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan BMKG Ambon sebelum melakukan perjalanan laut. Himbauan tersebut disampaikan setelah dirinya bersama Komisi II DPRD Provinsi Maluku menempuh perjalanan laut dari Pelabuhan Tulehu menuju Pelabuhan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, pada Rabu (5/8/2026), dalam kondisi cuaca yang cukup menantang.
Perjalanan menggunakan Kapal Cepat Cantika Express 88 tersebut menempuh jarak sekitar 40 mil laut dengan waktu pelayaran kurang lebih dua jam. Selama pelayaran, rombongan menghadapi tiupan angin yang cukup kencang, arus laut yang kuat, serta gelombang tinggi di sejumlah titik lintasan. Pengalaman tersebut kemudian dibagikan Anos Jeremias melalui akun Facebook pribadinya sekitar sembilan menit sebelum unggahan ini menjadi perhatian publik.
Menurut Anos, kondisi cuaca yang berubah-ubah di wilayah perairan Maluku harus menjadi perhatian serius bagi seluruh masyarakat yang menggunakan transportasi laut, terutama mereka yang akan melakukan perjalanan menuju daerah-daerah kepulauan yang memiliki karakteristik perairan terbuka.
“Hari ini, Rabu, 5 Agustus 2026, kami bersama Komisi II DPRD Provinsi Maluku menyeberang dari Pelabuhan Tulehu menuju Pelabuhan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, menggunakan Kapal Cepat Cantika Express 88. Perjalanan sejauh kurang lebih 40 mil laut dengan waktu tempuh sekitar dua jam berlangsung dalam kondisi cuaca yang cukup menantang. Angin bertiup kencang, arus laut cukup kuat, dan gelombang terasa tinggi di beberapa titik pelayaran,”ungkapnya
Ia menegaskan bahwa setiap calon penumpang perlu menjadikan informasi cuaca sebagai acuan utama sebelum memutuskan melakukan perjalanan. Menurutnya, keselamatan harus berada di atas kepentingan lain, termasuk jadwal maupun urgensi perjalanan.
“Dari pengalaman perjalanan hari ini, beta mengimbau kepada seluruh basudara yang akan melakukan perjalanan laut, khususnya menuju wilayah Maluku Barat Daya menggunakan kapal cepat maupun kapal perintis, agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca yang diterbitkan oleh BMKG Ambon sebelum berangkat,”tegas Anos
Anos juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berlayar ketika kondisi cuaca dinilai tidak aman. Ia menilai kepatuhan terhadap informasi resmi dari BMKG dan arahan petugas pelabuhan merupakan bagian penting dari upaya mencegah terjadinya kecelakaan di laut.
“Jangan memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak mendukung. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama,” hanturnya .
Lebih lanjut, politisi tersebut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya keselamatan pelayaran melalui kepatuhan terhadap setiap informasi cuaca dan prosedur keselamatan yang berlaku. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, operator kapal, nahkoda, petugas pelabuhan, dan instansi terkait menjadi kunci dalam menciptakan transportasi laut yang aman di wilayah kepulauan Maluku.
“Mari kita bersama-sama membangun budaya keselamatan di laut dengan selalu mematuhi informasi dan peringatan cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan nahkoda dan petugas pelabuhan. Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama.”ajaknya
Himbauan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kondisi geografis Maluku yang didominasi wilayah kepulauan menuntut kewaspadaan tinggi terhadap perubahan cuaca. Dengan menjadikan informasi prakiraan cuaca sebagai dasar dalam setiap perjalanan laut, risiko kecelakaan pelayaran diharapkan dapat diminimalkan, sehingga aktivitas transportasi antarpulau tetap berlangsung aman dan selamat.(MB-01)

