Timika .Malukubarunews.com – Warga Kebun Siri, yang berada di kawasan belakang Bengkel Surabaya Motor, menggelar pertemuan bersama Lurah Kebun Siri, Faustina Endang Suryanti, untuk membahas persoalan kebersihan lingkungan yang semakin memprihatinkan.
Pertemuan tersebut menjadi respons atas keluhan masyarakat terkait kondisi sampah yang kerap berserakan di sepanjang jalan lingkungan.
Masalah utama yang dibahas adalah penumpukan sampah yang tidak tertangani secara optimal. Sampah yang berhamburan dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi warga sekitar. Kondisi tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan semakin memburuk.
Dalam forum tersebut, warga sepakat untuk mengambil langkah konkret dengan memberlakukan iuran kebersihan. Dana yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk membayar petugas pengangkut sampah secara rutin guna memastikan lingkungan tetap bersih dan tertata.
Selain itu, warga juga berkomitmen menggelar kerja bakti setiap minggu sebagai upaya kolektif menjaga kebersihan lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang yang berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan.
“Komitmen ini harus dijalankan secara konsisten agar persoalan sampah bisa benar-benar teratasi,” ungkap Lurah Kebun Siri, Faustina Endang Suryanti.
Ia juga mengimbau para ketua RT di wilayah tersebut untuk turut aktif mendukung dan terlibat langsung dalam kegiatan warga. Menurutnya, peran struktur lingkungan sangat penting dalam memastikan program berjalan efektif dan terorganisir.”himbaunya
Di sisi lain, Ketua Komunitas Mimika Berkarya (KOMIKA), Ronal Windessy, memberikan apresiasi terhadap inisiatif warga yang dinilai proaktif dalam mengatasi persoalan lingkungan mereka sendiri.
“Kalau masyarakat sudah bergerak membantu, maka pemerintah juga harus hadir. Jangan sampai warga dibiarkan bekerja sendiri,” ucapnya
Tak hanya persoalan sampah, warga juga menyoroti kondisi infrastruktur yang rusak, khususnya jalan dan saluran air. Kerusakan tersebut kerap memicu kecelakaan dan telah menjadi perhatian publik setelah sempat viral di media sosial.
Warga mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera merealisasikan perbaikan jalan dan drainase demi keselamatan dan kenyamanan bersama. Kondisi yang ada dinilai sudah mendesak untuk ditangani.
“Jangan hanya janji. Kami berharap PUPR segera turun tangan karena kondisi ini sudah membahayakan masyarakat,” desak salah satu perwakilan warga.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan lingkungan dan infrastruktur. Upaya kolektif yang dibangun di Kebun Siri diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menjaga kualitas lingkungan secara berkelanjutan.(*)

